MENU

Lihat Informasi:

KOMENTAR

Nusalaut

Nama Lain :
Propinsi : MALUKU
Kabupaten : KABUPATEN MALUKU TENGAH
Kecamatan :
Koordinat : 03° 34’ 30’’–3° 45’ 40’’ LS dan 128° 42’ 15’’–128° 52’ 45’’ BT

Gambaran Umum

Pulau Nusalaut adalah sebuah pulau kecil di antara 6 gugusan pulau-pulau wilayah Maluku. Pulau Nusalaut termasuk dalam bagian dari Kepulauan Lease merupakan pulau berpenduduk sekaligus sebuah kecamatan yang secara administratif berada di Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang terdiri dari 7 (Tujuh) desa/negeri, memiliki jumlah penduduk 5469 jiwa dengan rincian Laki-laki 2.790 jiwa dan Perempuan 2.679 jiwa.

Kecamatan Nusalaut merupakan salah satu dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Maluku Tengah. Kecamatan Nusalaut merupakan kecamatan pemekaran dari Kecamatan Saparua pada Tahun 2001, terdapat 7 Desa/Negeri yaitu Titawaai, Abubu, Akoon, Amet, Nalahia, Sila, dan Leinitu dengan ibukota kecamatan terletak di Desa/Negeri Ameth.

Sebagian besar penduduk Pulau Nusalaut adalah nelayan, hal ini dimungkinkan karena letak Pulau Nusalaut berada ditengah laut yang luas yakni Laut Banda.Jumlah nelayan sebanyak 1.605 orang dari jumlah penduduk seluruhnya.


Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan

Kondisi kependudukan pada tahun 2012 di Pulau Nusalaut seluruhnya berjumlah 5.513 jiwa, dengan perincian jumlah laki-laki sebanyak 2.754 jiwa ditambah dengan 2.740 jiwa perempuan. Dalam tahun 2012 jumlah penduduk terbanyak mendiami Desa/Negeri Titawaai dengan jumlah penduduk 1.930 orang atau sebesar 35,01% dari jumlah penduduk seluruhnya. Desa/Negeri Ameth merupakan negeri yang penduduknya terbanyak berikutnya setelah Desa/Negeri Titawaai dengan jumlah penduduk 1.484 orang atau sebsar 26,92%. Jumlah penduduk paling sedikit berada di Desa/Negeri Sila dengan jumlah penduduk 272 orang atau sebesar 4,93%.Rata-rata jumlah penduduk diiseluruh desa/negeri mengalami penurunan kecuali Desa/Negeri Leinitu yang bertambah pada tahun 2012, dari 268 orang naik menjadi 283 orang. Desa/Negeri Ameth misalnya turun dari 1.514 orang di tahun 2012 menjadi 1.484 orang di tahun 2012.

Mata pencaharian penduduk Pulau Nusalaut terutama laki-laki usia kerja sebagian besar memiliki mata pencaharian ganda, yakni nelayan sekaligus petani. Hal ini disebabkan karena kondisi alam yang berlaku. Jika pada musim penghujan dengan kondisi laut yang tidak bersahabat maka hamper sebagian besar melakukan kegiatan pertanian, hal inilah yang menyebabkan hasil pertanian di Pulau Nusalaut rendah. Sebab kegiatannya hanya pada waktu tertentu dan juga pada musim penghujan yang secara langsung berdampak buruk terhadap tanaman pertanian yang digarap. Sedangkan pada musim kemarau dengan kondisi laut yang cenderung bersahabat maka seluruhnya akan kembali melaut untuk mencari ikan. Oleh karenanya mereka yang melakukan pekerjaan ganda disebut sebagai nelayan.

 


Ekosistem dan Sumberdaya Hayati

Terumbu Karang

Pulau Nusalaut merupakan salah satu pulau di Maluku. Maluku merupakan propinsi dengan banyak pulau dengan jarak yang cukup jauh sehingga kecerahan perairan sangat bagus terkecuali apabila pulau tersebut bersubstrat lumpur. Pulau Nusalaut berdekatan dengan jalur vulkanik bawah laut sehingga dapat ditemukan hydrothermal vein di dalam perairan. Pertumbuhan Terumbu di Pulau Nusalaut pada umumnya termasuk karang Tepi atau fringing reef. Substrat sedimen di perairan pulau Nusalaut didominasi oleh pasir dan karang.

Kondisi arus di Pulau Nusalaut bagian Utara cukup tenang karena terlindung dan banyak teluk, Selain Utara bagian Tanjung menuju barat, timur, dan selatan kondisi arusnya besar. Di bagian Selatan Pulau Nusalaut merupakan laut lepas sehingga gelombang perairannya besar.Substrat Dasar perairan di Pulau Nusalaut pada lokasi pengamatan cukup beragam, yakni: karang hidup; abiotik seperti pasir dan patahan karang; karang mati seperti Death Coral (DC) dan Death Coral with Algae (DCA); Biotik seperti karang lunak, spons, ascidian, crinoid, anemon, bintang laut, dan Zoanthid; serta Alga seperti Halimeda.

Kontur kedalaman di Utara Pulau Nusalaut adalah slope landai dengan terumbu karang yang hidup menyebar di tepi tubir. Subtrat dasar didominasi patahan karang, dan kecerahan perairan yang cukup baik. Kontur kedalaman di Barat Daya Nusalaut adalah slope landai dengan terumbu karang yang cukup rapat. Subtrat dasar didominasi karang hidup, pasir dan patahan karang. Kecerahan perairan di lokasi Barat Daya Nusalaut cukup baik. Kontur kedalaman di Timur Laut Pulau Nusalaut adalah landai dengan terumbu karang yang cukup rapat. Subtrat dasar didominasi karang hidup, dan kecerahan perairan yang cukup baik.


Sumberdaya Non Hayati

Mineral/tambang

Secara geologi Pulau Nusalaut terletak diantara pertemuan 3 lempeng utama pembentuk kerak bumi yaitu lempeng Eurasia (Utara), lempeng Indo Australia (Selatan),  dan lempeng Pasifik (Barat), yang merupakan daerah potensi bagi terbentuknya berbagai cabakan bahan galian mineral, panas bumi, dan cekungan hydrocarbon yang memungkinkan untuk dikembangkan. Potensi bahan galian (tambang) dan energi yang potensial untuk dikembangkan secara komersil antara lain potensi panas bumi di Desa/Negeri Nalahia sebesar 25 MWe (Sumber : Dinas ESDM Provinsi Maluku, 2009).

Kualitas Perairan

Pulau Nusalaut merupakan pulau kecil yang berada jauh dari bagian selatan Pulau Ambon. Kondisi perairan pada umumnya memiliki arus dan gelombang yang cukup besar, oleh karena itu sirkulasi air di wilayah ini dikatakan cepat. Hasil pengukuran pada daerah perairan Pulau Nusalaut memiliki suhu permukaan laut sebesar 30,3 °C dengan derajat keasaman (pH) berada pada nilai 8,3 dan salinitas berada pada 32‰. Selanjutnya Kemeterian Kelautan dan Perikanan mengukur oksigen terlarut (DO) yang berada di daerah ini benilai 6,4 mg/L. Menurut Mulyanto (1992) suhu yang baik untuk kehidupan ikan di daerah tropis berkisar antara 25 – 32 °C. dengan demikian suhu masih baik untuk kehidupan ikan. Kadar oksigen terlarut yang memiliki nilai lebih dari > 5.0 mg/L dapat mempengaruhi pertumbuhan biota akuatik dengan baik (Effendi 2003). Menurut KMNLH (2004) salinitas, oksigen terlarut, dan pH masih dalam keadaan normal dan dapat dimanfaatkan sebagai budidaya ikan (biota laut).


Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya

Pertanian

Sebagian besar penduduk Pulau Nusalaut merupakan petani yang sebagian besar hanya untuk memnuhi kebutuhan hidup keluarga masing-masing selain dijual jika ada kelebihan dari hasil pertanian tersebut. Di Pulau Nusalaut oleh penduduk tidak disediakan lahan khusus untuk pertanian, lahan pertanian yang digunakan oleh penduduk adalah di sela-sela lahan perkebunan yang ada.Hasil pertanian yang cukup dominan di Pulau Nusalaut adalah ubi kayu, ubi jalar dan jagung.

Perkebunan

Pulau Nusalaut sejak dulu dikenal sebagai penghasil cengkih.Karena itu tanaman cengkih sebagai produk tertinggi di Pulau Nusalaut.Tanaman cengkih menyebar diseluruh lahan perkebunan yangada di Pulau Nusalaut.Penduduk secara optimal memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam tanaman cengkih.Selain cengkih, pala juga dihasilkan di Pulau Nusalaut.Khusus untuk pala, tanaman ini juga diperlakukan seperti lahan pertanian dimana penanamannya selalu merupakan tanaman selingan di antara tanaman cengkih tang ada.Seluruh lahan perkebunan yang ada di Pulau Nusalaut merupkan lahan milik keluarga yang telah dikelola jauh sebelumnya yang oleh penduduk setempat disebut dengan “tanah dati”.

Produksi Perikanan Tangkap

Pulau Nusalaut merupakan pulau yang dikelilingi oleh Laut Banda dan Laut Seram mempunyai prospek yang baik bagi penduduk jika dimanfaatkan dengan baik. Pemenuhan kebutuhan penduduk Pulau Nusalaut akan produksi perikanan terutama  ikan secara umum dapat dikatakan terpenuhi dengan baik.

Produksi perikanan di Pulau Nusalaut dalam 2 (dua) tahun terakhir dan ini selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 produksi perikanan sebanyak 2.414,67 ton naik menjadi 2.693,00 ton pada tahun 2012 atau meningkat sebesar 11,3%. Kenaikan jumlah produksi perikanan ini berdampak positif terhadap nilai perikanan yang juga meningkat dari Rp. 12.432.458,- menjadi Rp. 13.865.500,-. Peningkatan produksi perikanan di Pulau Nusalaut dipicu oleh meningkatnya armada tangkap yang ada di wilayah Pulau Nusalaut dengan potensi perikanan yang sangat baik.

Kelengkapan penduduk untuk memenuhi kebutuhan ikan walau masih bersifat tradisional namun cukup untuk memenuhi kebutuhannya bahkan seringkali dapat dijual kepada penduduk lainnya dalam wilayah Pulau Nusalaut.Kelengkapan atau sarana tersebut adalah jarring, perahu, pancing, jala dan lain-lain.

Budidaya Ikan

Usaha budidaya laut di Pulau Nusalaut berupa teknik budidaya keramba jaring apung (KJA).Telah dikembangkan usaha budidaya rumput laut, ikan baronang, kepiting bakau, udang karang, teripang, dan penangkaran penyu.Perairan pesisir dan laut Pulau Nusalaut merupakan tempat mencari makan dan bertelur (nesting) penyu.Pemasaran hasil budidaya KJA hanya terbatas di lokasi yang dikumpulkan oleh pengepul, kemudian pengepul memasarkan ke daratan Ambon.

Pariwisata

Pulau Nusalaut memiliki potensi wisata yang sangat beragam, keragaman potensi wisata tersebut antara lain potensi wisata bawah laut yang tersebar hampir di sepanjang pantai Pulau Nusalaut. Potensi wisata ini secara keseluruhan belum dikenal oleh para wisatawan mancanegara maupun dalam negeri kecuali goa bawah laut dan taman laut di Desa/Negeri Ameth yang selalu menghadirkan kunjungan wisatawan.

Di Pulau Nusalaut terdapat potensi wisata sejarah di Desa/Negeri Sila yang memiliki bangunan peninggalan colonial berupa benteng sekaligus gudang penampungan cengkih milik pemerintah Belanda yang masih berdiri kokoh walaupun terlihat kurang terawatt bagian atapnya. Terdapat juga Gereja Tua Eben Haezer yang dibangun pada tahun 1715 dengan bentuk bangunan yang unik perpaduan antara bangunan colonial dengan budaya setempat yang masih terawat dengan baik. Di Desa/Negeri Leinitu terdapat potensi wisata pantai pasir putih yang bersih dan tenang. Di Desa/Negeri Titawaai terdapat gua alam dengan pemandangan yang memukau di tanjung Wae Selanno, di Desa/Negeri Abubu yang merupakan Negeri asal Pahlawan Nasional Christina Martha Tiahahu juga menyimpan potensi wisata berupa danau yang indah. Di Desa/Negeri Akoon terdapat lokasi wisata berupa batu kapal. Di Desa/Negeri Nalahia yang terletak pada ketinggian terdapat sumber mata air panas yang seringkali dimanfaatkan oleh penduduk setempat.Ketujuh desa/negeri di Pulau Nusalaut merupakan negeri adat yang tentunya mempunyai potensi wisata budaya yang hingga saat ini masih dijaga dan dilakukan secara teratur. Di Pulau Nusalaut hingga saat ini baru tersedia satu buah penginapan di Desa/Negeri Ameth, namun hampir d setiap desa/negeri terdapat rumah penduduk yang telah disiapkan untuk menampung para wisatawan yang datang berkunjung.

Biasanya yang berkunjung ke Pulau Nusalaut hampir seluruhnya merupakan wisatawan mancanegara untuk menikmati pesona bawah laut pantai Desa/Negeri Ameth.


Lingkungan


Sarana dan Prasarana

Sarana Transportasi

Transportasi antar desa/negeri di pulau Nusalaut seluruhnya menggunakan sarana transportasi darat yakni kendaraan roda dua (ojek) kecuali untuk hari-hari tertentu ada juga sarana transportasi laut yang digunakan misalnya pada hari Selasa dan Rabu. Transportasi laut ini hanya digunakan oleh penduduk ketika ada penduduk yang dating atau keluar dari Pulau Nusalaut dengan menggunakan kapal ferry yang melayani angkutan Ambon dan Masohi satu minggu satu kali. Sedangkan untuk melakukan perjalanan keluar Pulau Nusalaut atau dating ke Pulau Nusalaut, sarana transportasi yang digunakan adalah sarana transportasi laut. Untuk perjalanan ke Ambon dapat dilakukan dengan menggunakan kapal ferry dan untuk Desa/Negeri Titawaai dan Abubu ada juga motor temple dan speed boat. Untuk perjalanan ke Masohi Pulau Seram hanya tersedia kapal ferry yang melakukan pelayaran seminggu sekali. Sedangkan untuk perjalanan ke Pulau Saparua menggunakan angkutan laut berupa motor temple yang ada pada hari hari Rabu dan Sabtu setiap minggunya.

Sarana Kesehatan

Seluruh pelayanan kesehatan terpusat di puskesmas perawatan Ameth. Sedangkan pelayanan di puskesmas pembantu hanya untuk penanganan penyakit ringan seperti demam, influenza dan sebagainya. Posyandu di Pulau Nusalaut seluruhnya berjumlah 12 (dua belas) buah posyandu dengan perincian 3 (tiga) buah posyandu masing-masing di Desa/Negeri Titawaai dan Desa/Negeri Ameth, sedangkan desa/negeri lainnya masing-masing terdapat 1 (satu) posyandu.

Untuk tenaga medis yang tersedia di Pulau Nusalaut seluruhnya berjumlah 18 (delapan belas) orang dengan perincian 1 (satu) orang dokter PTT, 2 (dua) petugas gizi, 7 (tujuh) orang bidan dan 8 (delapan) orang perawat. Sebagian besar tenaga medis tersebut berada di puskesmas perawatan Ameth yakni sebanyak 15 (lima belas) orang sedangkan sisanya berada pada pustu-pustu yang ada dengan masing-masing pustu ditangani oleh 1(satu) orang bidan atau perawat.

 


Peluang Investasi

Pulau Nusalaut menyimpan beberapa peluang investasi yang dapat dikembangkan. Peluang investasi yang dapat dikembangkan diantaranya perikanan skala kecil dan sedang, perikanan budidaya baik itu budidaya kerapu dengan keramba jaring apung ataupun budidaya rumput laut, pariwisata bahari dan usaha penginapan yang tentu menjadi pendongkrak peningkatan jumlah wisatawan ke Pulau Nusalaut.


Potensi dan Arahan Pengembangan

Potensi energi baru terbarukan dan ketenagalistrikan cukup menjanjikan untuk peluang investasi. Selain itu juga potensi panas bumi (Geothermal) lainnya ditemukan di Pulau Nusalaut yang terdapat sumber mata air panas pada beberapa titik. Sumber mata air panas terdapat di tepi pantai Desa/Negeri Nalahia dengan beberapa titik sumber air panas. Pohon durian sudah ada sejak dahulu dalam lahan-lahan milik penduduk Pulau Nusalaut dan tumbuh dengan sendirinya, saat ini sudah diusahakan untuk dikembangbiakkan. Perlu diketahui pohon durian di Pulau Nusalaut pembudidayaannya memang berbeda dengan daerah lain di nusantara. Kalau di daerah lain biasanya pohon durian ditanam secara perkebunan sehingga pohonnya juga tidak terlalu besar jadi pas waktu panen bisa dipetik. Di Pulau Nusalaut biasanya pohon durian ditanam dihutan, dan ukuran pohonnya sangat besar sehingga saat panen pohon tidak bisa dipanjat dan biasanya ketika sudah musim buah durian tiba penduduk sering menunggu hingga buah durian jatuh sendiri baru bisa dibawa pulang.


Kendala Pengembangan

Kendala umum yang dihadapi dalam pengembangan investasi di Pulau Nusalaut antara lain :

  1. Masih terbatasnya sarana perikanan dan kelautan

     Sampai saat ini, di Pulau Nusalaut belum tersedia sarana pendukung untuk kegiatan perikanan seperti tempat pelelangan ikan, pasar ikan, dan pabrik es. Masyarakat memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan seperti sarana penangkapan dan pengawetan ikan hasil tangkapan.

  1. Masih terbatasnya peralatan teknologi penangkapan ikan
  2. Hal yang tak kalah penting untuk dipikirkan adalah ketersediaan infrastruktur. Ketersediaan air tawar, sinyal telepon seluler, listrik, konektivitas antar pulau berupa kapal, serta infrastruktur minimal seperti pelabuhan penunjang pulau kecil adalah kendala bagi pihak yang ingin berinvestasi.


Referensi



Karena keterbatasan SDM dalam penginputan dan pengolahan data, kami mohon maaf atas ketidak lengkapan beberapa data pulau yang kami tampilkan, harap dimaklumi. Berikan keritik dan saran pada kolom komentar agar kita dapat bersama menyajikan sebuah data yang cukup sempurna untuk halayak ramai yang berguna demi kesejahterahan, kelestarian dan keindahan pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia.
*Jika sekiranya anda memiliki data yang cukup banyak, silakan mengirimkan file melalui email kami di identifikasippk@gmail.com