MENU

Lihat Informasi:

KOMENTAR

Kalambau

Nama Lain :
Propinsi : KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Kabupaten : KABUPATEN BELITUNG
Kecamatan :
Koordinat : 3° 1' 43.104

Gambaran Umum

Pulau Kalambau secara geografis terletak pada 3°1' 43,104" LS dan 107°10' 12.036" BT. Pulau Kalambau secara administratif terletak di Desa Pulau Gersik Kampung IV, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Pulau Kalambau memiliki 2 RT dengan luas wilayah pulau sekitar 21,24 Ha. Pulau Kalambau memiliki batas wilayah sebagai berikut:

Utara                              : Pulau Kuil

Timur                              : Pulau Aur

Barat                               : Pulau Bakau

Selatan                           : Pulau Semedang Kecil

Aksesibilitas menuju Pulau Kalambau dengan menggunakan akses darat dan laut. Akses menuju Pulau Kalambau melewati Pulau Belitung. Aksesibilitas menuju pelabuhan Tanjung Pandan dapat ditempuh menggunakan akses darat. Aksesibilitas dari Pelabuhan Tanjung Pandan menuju Pulau Kalambau dapat menggunakan kapal dengan menyewa sewa kapal nelayan. Waktu tempuh dari Pelabuhan Tanjung Pandan selama ± 5 jam.

Penduduk Pulau Kalambau saat ini tidak mengetahui asal muasal nama “Pulau Kalambau”. Status Pulau Kalambau merupakan pulau berpenghuni yang dimiliki pemerintah. Pulau Kalambau dihuni sejak tahun 1950 yang dihuni oleh suku Bugis. 


Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan

Saat ini penduduk Pulau Kalambau sekitar ± 72 jiwa dan 20 KK. Sebagian besar penduduk Pulau Kalambau merupakan Suku Bugis yang merupakan nelayan dan beragama islam. Sebagian besar penduduk Pulau Kalambau merupakan usia produktif yaitu kelompok umur 20-60 tahun. Kelompok umur 7-19 tahun berada di luar Pulau untuk keperluan pendidikan. Kelompok umur >60 tahun hanya terdapat kurang dari 10 orang.

Suku Bugis datang ke Pulau Kalambau sekitar tahun 1950. Mereka membangun rumah tidak didaratan pulau, melainkan di atas permukaan laguna dekat pesisir selatan Pulau Kalambau. Awalnya Pulau Kalambau dihuni oleh beberapa pengusaha perikanan berketurunan tionghoa. Pengusaha tersebut memperkerjakan warga setempat. Hasil pengolahannya langsung dipasarkan ke Jakarta. Pengusaha tersebut kemudian pindah ke Tanjung Pandan dan melanjutkan usahanya di sana sekitar tahun 1971. Pada tahun 2006 pulau ini terkena tsunami yang mengakibatkan seluruh rumah warga rusak tidak dapat di tinggali. Tahun 2007 pemerintah membangun 30 unit rumah di dalam pulau untuk di tempati penduduk dan sampai saat ini masih tempati.

Penduduk Pulau Kalambau saat ini mayoritas merupakan Suku Bugis dan beberapa merupakan penduduk asli Belitung dan melayu. Bahasa yang digunakan di pulau ini adalah bahasa Suku Bugis dan melayu. Seluruh penduduk pulau beragama islam. Terdapat budaya berupa selamatan laut yang diadakan rutin setiap awal tahun bulan Februari-April.


Ekosistem dan Sumberdaya Hayati

Pulau Kalambau memiliki ekosistem peisisr yang cukup lengkap mulai dari terumbu karang lamun dan mangrove. Berdasarkan hasil pengamatan melalui citra satelit bahwa ketiga ekosistem tersebut menyebar mengilingi Pulau Kalambau. Sehingga secara ketersediaan ekosistem maka sangat wajar jika sumberdaya ikan disekitar pulau sangat melimpah.

Terumbu karang merupakan ekosistem khas perairan dangkal di daerah tropis. Secara ekologi fungsi terumbu karang sebagai habitat tempat berkembang biak (Spawning ground) dan berlindung bagi sumberdaya hayati laut serta tempa tuntuk mencari makan (Feeding ground), oleh karena itu perlu dilakukan berbagai upaya pengendalian untuk menjaga kelangsungan hidup ekosistem tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan terumbu karang di pulau ini, ditemukan 5 famili dengan 12 genus yang tersebar disekitar pulau dengan rincian sebagai berikut Famili: Acroporidae, Caryophyllidae, Dendrophylliidae, Faviidae, Poritidae, Siderasteriidae, sedangkan Genus: Acropora, Anacropora, Montipora, Plerogyra, Turbinaria, Caulastrea, Echinopora, Platygyra, Goniopora, Goniastrea, Porites, Psammocora.

                Di Pulau Kalambau berdasarkan hasil pengamatan ditemukan 27 spesies ikan terumbu yang tersebar pada tiga stasiun pengamatan yaitu Stasiun Barat, Utara dan Timur Pulau Kalambau. Dari 27 spesies terdapat 10 spesies yang ditemukan disemua stasiun pengamatan diantaranya adalah spesies Caesio cuning, Chaetodon octofasciatus, Thalassoma lunare, Cheilinus fasciatus, Labroides dimidiatus, Lutjanus carponotatus, Amblyglyphidodon curacao, Pomacentrus alexanderae, Pomacentrus moluccensis dan Neoglyphydodon nigroris.

Ekosistem lamun di Pulau Kalambau sangat minim dan hanya terdapat di bagian timur pulau. Distribusi jenis lamun di Pulau Kalambau homogen. Jenis lamun yang ditemukan di Pulau Kalambau hanya jenis Thalassia hemprichii saja. Persentase penutupan berkisar antara 1-5%. Substrat vegetasi lamun ini merupakan pasir. Rendahnya persentase penutupan lamun di pulau ini dikarenakan rendahnya masukan nutrien serta arus yang cukup kencang sehingga hanya jenis lamun ini yang toleran.

Ekosistem mangrove tersebar disekeliling Pulau Kalambau. Jenis mangrove yang ditemukan di Pulau Kalambau adalah Rhizophora mucronata (RM), Bruguiera gymnoriza (BG), Sonneratia alba (SA) dan Ceriops tagal (CT). Distribusi jenis mangrove di seluruh stasiun bersifat heterogen. Bagian selatan pulau hanya terdiri dari jenis R.mucronata dan B.gymnoriza, Bagian timur dan utara pulau terdapat jenis yang lebih bervariasi. Jenis mangrove di timur dan utara pulau terdiri dari jenis R.mucronata, B.gymnoriza, S.alba dan C.tagal.


Sumberdaya Non Hayati


Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya

Masyarakat pulau Kalambau memanfaatkan sumberdaya perikanan sebagai  mata pencaharian utamanya. Mereka menangkap ikan pelagis kecil sampai pelagis besar dikarenakan komoditas ikan tersebut cukup melimpah. Jenis ikan yang sering banyak ditangkap yaitu ikan tenggiri. Dimana harga ikan tenggiri cukup stabil ditingkat pengumpul sebesar Rp. 30.000. Biasanya nelayan menangkap ikan dengan menggunakan kapal ketinting. Sedangkan alat tangkap yang digunakan adalah pancing dan jaring.

Masyarakat Pulau Kalambau memiliki kearifan lokal yang tinggi dalam pengelolaan perikanan. Masyarakat melarang adanya penangkapan ikan menggunakan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan pengunaan lampu saat menangkap ikan. Pengunaan lampu dalam kegiatan penangkapan ikan pada malam hari dilarang karena akan mengganggu pola hidup ikan dan kebiasaan mencari makan ikan.


Lingkungan

Permasalahan lingkungan di Pulau Kalambau tidak ada yang secara alami. Namun berdasarkan keterangan warga setempat, masih ada kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan racun yang dilakukan oleh warga luar Pulau Kalambau. Hal tersebut diduga dapat mempengaruhi kondisi lingkungan perairan Pulau Kalambau.


Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana diperlukan untuk menunjang pengembangan dalam suatu kawasan. Sarana dan prasarana penting bagi penduduk sebagai penunjang kehidupan. Sarana dan prasarana yang terpenuhi akan menunjang pengembangan suatu pulau. Minimnya sarana dan prasarana akan menghambat pengembangan suatu pulau.

Sarana dan prasarana yang telah tersedia di Pulau Kalambau yaitu transportasi, penerangan, air bersih, pendidikan, dan peribadahan. Sarana tranportasi yang tersedia adalah jalan semen kampung dengan lebar 1 meter dan  dermaga dengan lebar sekitar 1 meter dan panjang sekitar 500 meter di bagian tenggara Pulau Kalambau. Sedangkan sarana penerangan di Pulau Kalambau terdapat generator atau genset.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat menggunakan 2 sumur umum dengan kedalaman sekitar 2 meter yang rasa airnya tawar. Selain itu, mereka juga menampung air hujan untuk konsumsi air minum.

Sarana pendidikan yang ada di Pulau ini dulu pernah ada, tapi sangat di sayangkan sekitar tahun 2001 aktivitas belajar mengajar berhenti sampai saat ini hingga bangunan sekolahnya pun mulai rusak karena sudah lama tidak di gunakan. Hal ini di sebabkan tidak adanya tenaga pengajar yang menetap di Pulau Kalambau.

Sarana peribadatan tidak kalah penting di pulau untuk menjaga moralitas warga dan keimanan mereka pada Tuhan yang Maha Esa. Karena penduduk pulau seluruhnya memeluk agama Islam terdapat 1 Masjid yang di gunakan warga dalam melaksanakan ibadah berjama’ah.


Peluang Investasi

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Belitung, Pulau Kalambau termasuk zona wisata. Pemanfaatan sebagai wisata yang berbasisi ekowisata di Pulau Kalambau menjadi peluang investasi bagi berbagai investor. Sedangkan Surat Keputusan Bupati tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Belitung, status kawasan Pulau Kalambau adalah termasuk Zona Perikanan Berkelanjutan. Perairan Pulau Kalambau sebagai Zona Perikanan Berkelanjutan berpotensi untuk kegiatan perikanan tangkap yang ramah lingkungan. Perairan Pulau Kalambau memiliki potensi perikanan pelagis dan karang yang tinggi.


Potensi dan Arahan Pengembangan

Potensi :

  1. Keindahan dan keunikan terumbu karang
  2. Ekosistem mangrove
  3. Tingginya hasil produksi perikanan
  4. Daerah pendaratan penyu sisik dan penyu hijau sebagai biota dilindungi

 

Arahan Pengembangan

  1. Pengembangan Wisata pulau dan Wisata bahari


Kendala Pengembangan

Proses pembangunan di pulau-pulau kecil memiliki tantangan dan hambatan yang cukup signifikan dihadapi oleh para pelaku pengembangan baik itu investor, pemerintah dan masyarakat lokal itu sendiri. Identifikasi permasalahan yang ada di Pulau Kalambau adalah sebagai berikut :

1.         Aksesibilitas dari daratan utama (Pulau Belitung) menuju Pulau Kalambau belum tersedia jadwal secara rutin sehingga akses masyarakat pulau maupun pendatang cukup sulit dengan harus menumpang atau menyewa kapal lain.

2.         Kondisi ketersediaan listrik belum dapat memenuhi kebutuhan sepanjang hari dikarenakan sulit mendapatkan BBM, maka mereka sering berhemat dalam menggunakan listrik Genset.

3.         Terbatasnya ketersediaan air tawar.

Ancaman pengosongan pulau pun mulai terlihat. Hal ini di sebabkan karena tidak adanya sekolah maka beberapa keluarga meninggalkan Pulau Kalambau untuk menemani anaknya bersekolah di pulau lain.


Referensi

Identifikasi dan Pemetaan pulau-pulau kecil. Direktorat Pendayagunaan pulau-pulau kecil tahun 2015



Karena keterbatasan SDM dalam penginputan dan pengolahan data, kami mohon maaf atas ketidak lengkapan beberapa data pulau yang kami tampilkan, harap dimaklumi. Berikan keritik dan saran pada kolom komentar agar kita dapat bersama menyajikan sebuah data yang cukup sempurna untuk halayak ramai yang berguna demi kesejahterahan, kelestarian dan keindahan pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia.
*Jika sekiranya anda memiliki data yang cukup banyak, silakan mengirimkan file melalui email kami di identifikasippk@gmail.com