MENU

Lihat Informasi:

KOMENTAR

KISAR

Nama Lain :
Propinsi : MALUKU
Kabupaten : KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA
Kecamatan : WONRELI
Koordinat :

8° 3' 42,000" LS - 127° 11' 9,000" BT


Gambaran Umum

 

Pulau Kisar merupakan salah satu pulau terluar yang berpenduduk. Namun penyebarannya tidak merata yaitu terkonsentrasi di tengah-tengah pulau.

Wilayah Administrasi dan Geografis Pulau

Pulau Kisar secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Wonreli Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku. Sedangkan secara geografis pulau ini terletak pada koordinat 8o 6’ 10” LS/127o 8’ 36” BT. Pulau ini di sebelah Utara berbatasan dengan Pulau Romang, sebelah Selatan dengan selat Timor, sebelah Barat dengan Pulau Wetar dan sebelah Timur dengan Pulau-Pulau Leti, Moa dan Lakor. Luas keseluruhan Pulau Kisar adalah 81, 83 km2, dengan panjang garis pantai 37, 36 km. Panjang sisi Barat Pulau Kisar adalah 7, 3 Km, sisi Timur 12, 08 km, sisi Utara 7, 83 km dan sisi Selatan 10, 15 km.

Aksesibilitas

Transportasi Laut

Untuk mencapai Pulau Kisar dapat menggunakan transportasi laut dan udara melalui Kota Saumlaki. Di kota ini terdapat pergerakan penduduk dari/menuju Kota Wonreli (Pulau Kisar). Sebagian besar akses ke pulau tersebut melalui transportasi laut dan dilayani oleh kapal-kapal PELNI, ASDP dan perusahan swasta (perintis). Rute-rute pelayaran laut yang melayani wilayah ini, termasuk Pulau Kisar meliputi:

 Trayek Kapal Perintis :

KM Mentari 2  : Ambon – Tual – Larat – Saumlaki – Adaut – Dawera – Kroing – Marsela – Tepa – Lelang/Mahaleta – Lakor – Moa – Leti – Wonreli/Kisar – Ilwaki – Urisela – Kupang (PP);

KM Iramawa  : Ambon – Tual – Larat – Saumlaki – Adaut – Dawelor/ Dawera – Kroing – Marsela – Tepa – Sermata – Lakor – Moa – Leti – Wonreli/Kisar – Ilwaki – Kupang (PP);

KM Lestari : Tual – Dobo – Benjina – Kalar-Kalar – Batu Goyang – Tual – Molu – Larat – Saumlaki – Kroing – Marsela – Tepa – Bebar/Wulur – Romang – Kisar – Arwala – Relokib – Eray/Esulit – Kisar/Patotere/Biringkasi (PP)

KM R27 : Tual – Dobo – Larat – Saumlaki – Tepa – Moa – Leti – Kisar – Kalabahi – Surabaya (PP);

KM Tan. Permai : Saumlaki – Ambon – Saumlaki – Tepa – Bebar/Wulur – leti – Kisar/Wai – Wonreli – Kisar/Kerokis – Kalabahi – Surabaya (PP);

Trayek Kapal Daerah (Kapal Cepat) :

KM Terun Narhitu : Ambon - Tual - Saumlaki – Serwaru – Babar – Damar - Romang – Wonrelli (Kisar)–Ilwaki- Kupang (PP);

Transportasi Udara

Kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki 2 (dua) lapangan terbang, yakni lapangan terbang Olilit di Kota Saumlaki dan lapangan terbang Wonreli di Kota Wonreli. Ketersediaan lapangan terbang ini, relatif telah dapat memperlancar akses ke wilayah ini dan sekaligus menopang aktifitas dan mempercepat pertumbuhan perekonomiannya.

Transportasi udara melayani kota kecamatan Wonreli (P. Kisar) yang memiliki posisi dan jarak terjauh dari ibu kota Kabupaten/Kota Saumlaki. Penerbangan reguler ke kota Kecamatan Wonreli disediakan oleh PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA) dengan menggunakan pesawat CN 212 dari Kota Kupang (Propinsi NTT) menuju Kota Ambon dan sebaliknya Transportasi dengan pesawat terbang ini masih bersifat terbats yaitu berlangsung sekali dalam seminggu. 


Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan

 

Pulau Kisar merupakan kawasan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk relatif padat pada bagian pertengahan pulau sehingga dibutuhkan kebijakan distribusi penduduk pada wilayah pesisir dengan tujuan menciptakan keseimbangan dalam pemanfaatan ruang untuk kepentingan pemerataan penduduk dalam wilayah dan pengembangan pusat-pusat pemukiman.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya tahun 2010 tercatat jumlah penduduk 15.296 jiwa atau 2.848 kepala keluarga. Penduduk Kisar ada yang bekerja sebagai PNS, TNI/POLRI, Guru, Berdagang, Nelayan, Petani, dan lain-lain.


Ekosistem dan Sumberdaya Hayati

 

Hutan Mangrove

Jumlah spesies mangrove di pesisir bagian Utara P. Kisar lebih menonjol dibanding tiga pulau yang lain. Sementara jumlah spesies mangrove di pesisir bagian Barat P. Kisar tergolong rendah. Jenis mangrove Hibiscus tiliaceus menyebar pada keempat bagian pesisir P. Kisar ini dibanding spesies mangrove yang lain.

Telah menjadi pengetahuan umum bahwa ekosistem mangrove memiliki berbagi peran dan fungsi penting bagi ekosistem perairan pesisir dan laut, diantaranya adalah fungsi produksi. Kenyataan ini dirasakan dan diakui oleh masyarakat pesisir P. Kisar, khususnya para nelayan yang sebagian pekerjaannya sebagai nelayan.

Padang Lamun

Padang lamun sebagai ekosistem penting perairan pesisir tropis menyebar pada wilayah ekologis P. Kisar dan sekiarnya, walaupun dengan kondisi komunitas yang berbeda antar wilayah. Kehadiran padang lamun di perairan pesisir P. Kisar ini mencapai luas ± 15 km2.    Di perairan pesisir P. Kisar ditemukan 6 spesies lamun, yaitu Enhalus acoroides, Thallasia hemprichii, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Cymodocea serrulata dan Syringodium isoetofolium. Keragaman lamun ini merupakan 50% dari kekayaan spesies lamun Indonesia maupun di perairan pesisir Maluku.

Terumbu Karang

Perairan pesisir P. Kisar memiliki ekosistem terumbu karang yang menyebar hampir merata pada semua bagian pulau. Melalui hasil analisis, diperoleh data panjang terumbu karang di perairan pesisir mencapai 36 km, dengan lebar rata-rata mencapai 75 m. Panjang terumbu di pesisir utara mencapai 8 km, pesisir selatan 10, 5 km, pesisir timur 12, 7 km dan di pesisir barat mencapai 7, 6 km.

Bentuk-bentuk tumbuh karang batu yang ditemukan di perairan pesisir Pulau Kisar. A. Karang masif, B. Karang bercabang, C. Karang Submasif, D. Karang foliouse

Jumlah spesies karang batu di perairan pesisir P. Kisar lebih rendah diban-dingkan dengan P. Wetar dan P. Kisar. Hasil analisis persen tutupan karang batu (Tabel 3) menunjukan kondisi terumbu karang di perairan pesisir P. Kisar termasuk dalam kategori kurang baik hingga sangat baik. Dalam hal ini areal terumbu P. Kisar bagian Utara memiliki kondisi terumbu karang termasuk kategori sangat baik dengan persen tutupan karang batu mencapai ³ 75%. Sementara di perairan pesisir pulau ba-gian barat tergolong baik, dimana nilai persen tutupan karang batu mencapai ³ 65%. Akan tetapi hasil analisis menunjukan perairan pesisir bagian selatan dan timur P. Kisar memiliki kondisi terumbu karang termasuk kategori kurang baik

Kondisi terumbu karang dengan kategori kurang baik pada perairan pesisir Selatan dan Timur P. Kisar tersebut disebabkan oleh adanya kematian karang batu dari bentuk tumbuh Acropora bercasang, Non Acropora bercabang dan Acropora tabulate. Hal tersebut diindikasikan oleh nilai persen tutupan patahan karang mati yang menonjol pada kedua bagian perairan pesisir tersebut dibandingkan dengan dua bagian terumbu karang lain dengan kategori sangat baik dan baik.

Penurunan kualitas terumbu karang di perairan pesisir P. Kisar.  A-B. Patahan karang mati akibat aktivitas pemanfaatan sumberdaya hayati,  C-D. Koloni karang mulai memutih akibat dimangsan predator karang (Acanthaster plancii)

Perikanan

Secara umum sumberdaya ikan di perairan pesisir dan laut Kawasan P. Kisar terdiri atas empat kelompok utama yaitu ikan karang dan demersal, ikan pelagis kecil, serta ikan pelagis besar. Potensi sumberdaya ikan karang itu sendiri terdiri atas ikan komponen hias dan ikan konsumsi yang potensial untuk dimanfaatkan dan/atau dikembangkan.

Ditinjau dari aspek perikanan perairan pesisir Kawasan P. Kisar me-miliki sejumlah spesies sumberdaya ikan karang dan ikan demersal bernilai ekonomis tinggi terutama ikan kerapu (famili Seranidae), kakap merah (famili Lutjanidae), ikan lencam (famili Lehrinidae), ikan Napoleon (Cheilinus undulatus), ikan beronang (famili Siganidae). Sumberdaya ikan karang ekonomis penting ini baru dimanfaatkan oleh sekelompok kecil masyarakat yang umumnya bermukim di bagian pedalaman pulau dengan teknologi yang sangat sederhana, mengingat mata pencaharian masyarakat di P. Kisar umumya bertani.

Spesies ikan karang dan demersal di perairan pesisir Utara dan Barat P. Kisar lebih bervariasi dari perairan pesisir Selatan dan Timur. Sementara kelimpahan spesies ikan pelagis kecil di perairan pesisir dan laut bagian Selatan dan Timur P. Kisar relatif lebih menonjol dari dua bagian perairan lainnya. Untuk sumberdaya ikan pelagis besar, ternyata jumlah spesies di perairan pesisir dan Laut Utara dan Barat relatif lebih banyak dari bagian Selatan dan Timur.

Wilayah penangkapan ikan karang oleh sebagian kecil masyarakat P. Kisar ini berlangsung di perairan pesisir bagian Selatan dan Timur. Fakta lain menunjukan sumberdaya ikan karang yang ekonomis penting, ternyata terdapat potensi sumber-daya ikan hias laut yang besar dan belum dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan masyarakat maupun daerah.

Makro Bentos

Dengan adanya kondisi geomorfologis pesisir, hamparan terumbu karang, serta adanya vegetasi mangrove dan padang lamun di perairan pesisir P. Kisar menyediakan habitat yang baik untuk sumberdaya moluska. Sebanyak 14 spesies moluska memiliki kemampuan menyebar yang luas yaitu bisa ditemukan di setiap bagian perairan pesisir P. Kisar.

Bila dilihat dari aspek perikanan, maka perairan pesisir P. Kisar ini juga me-nyimpan potensi sumberdaya Lola (Trochus niloticus) dan Batu Laga (Turbo marmoratus) dari klas Gastropoda sebagai komoditi perikanan potensial. Siput lola dapat dikatakan menyebar hamir merata di perairan pesisir P. Kisar, tetapi potensinya sangat menonjol di perairan pesisir Utara dan Barat. Sumberdaya batu laga bisa ditemukan di perairan pesisir bagian barat, dan dapat dikatakan tidak menyebar merata di semua bagian perairan pesisir P. Kisar. Jenis sumberdaya perikanan potensial ini menempati perairan pesisir dengan geomorfologi batuan agak terjal dan berelief.

Perairan pesisir P. Kisar, juga menyimpan potensi spesies sumberdaya moluska yang potensial sebagai bahan baku industri kerajinan dan dekorasi seperti spesies moluska dari famili Cypraeinidae, Conidae, Neritidae, Olividae, Strombidae, Terebridae dan Turbinidae.

Perairan pesisir P. Kisar, juga menyimpan potensi spesies sumberdaya moluska yang potensial sebagai bahan baku industri kerajinan dan dekorasi seperti spesies moluska dari famili Cypraeinidae, Conidae, Neritidae, Olividae, Strombidae, Terebridae dan Turbinidae. Spesies moluska dari famili Strombidae, selain cangkangnya cukup penting sebagai bahan dalam usaha kerajinan dan dekorasi, maka dagingnya dapat dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bahan pangan tambahan.

Jika ditinjau dari aspek perlindungan sumberdaya alam, maka perairan pesisir P. Kisar memiliki sedikitnya 4 spesies kima yaitu Tridacna crocea, Tridacna derasa, Tridacna squamosa dan Hyppopus hyppopus. Sebaran dari keempat spesies kima tersebut hampir merada di perairan pesisir P. Kisar ini dan memiliki potensi yang memadai tetapi menghkhawatirkan karena juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber pangan. Sebagai sumberdaya pesisir dan laut yang dilindungi, maka konservasi terhadap keempat spesies kima ini menjadi penting.

 

Pariwisata Bahari

Potensi wisata di Wilayah P, Kisar memiliki ciri umum yang dimiliki oleh Kabupaten MTB, dimana potensi wisata yang menjadi andalan ialah wisata alam dan budaya. Pembinaan wisata di wilayah Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, termasuk di P. Kisar membutuhkan upaya pembenahan dan promosi yang kuat untuk menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah ini.

Potensi wisata yang baru teridentifikasi untuk wilayah P. Kisar meliputi wilayah pesisir dan laut. Untuk perairan pesisir, kegiatan wisata bahari yang potensial adalah Skin Diving dan Scuba Diving. Sementara untuk wilayah perairan lautnya sangat potensial untuk wisata pancing tonda (Trolling) karena wilayah perairan ini menyimpan sumberdaya ikan pelagis besar seperti ikan layaran, ikan setuhuk dan ikan pedang, serta ikan tuna dan cakalang. Pada bagian lain, dapat dikembangkan wisata pancing untuk ikan dasar atau ikan demersal yang juga tergolong potensial. Letak Pulau Kisar sangat strategis, yaitu pada jalur migrasi paus yang melewati perairan Selat Tomor, sehingga menjadi lokus wisata lautan yang cukup penting.


Sumberdaya Non Hayati


Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya


Lingkungan

 

Pulau Kisar berukuran relatif kecil, berupa bukit-bukit rendah dengan titik tertinggi 250 meter dari permukaan laut. Umumnya berlereng relatif landai. Pebukitan ini umumnya menempati bagian tengah pulau sedangkan dibagian tepinya berupa daerah pedataran.

Bagian utama pulau ini tersusun dari batuan metamorf yang berupa sekis bersisipan genes, filit dan batugamping terubah; yang diduga berumur Pra Perm. Bagian utama pulau ini dikelilingi oleh batuan termuda yang menumpang secara tidak selaras pada batu-batuan tersebut, sedangkan bagian atas adalah batu gamping koral yang berumur kuarter. Batu gamping koral berupa batu gamping terumbu, setempat mengandung kuarsa dan membentuk undak-undak, sisipan tufa gampingan berbatu apung, mudah diremas. Secara geologi, struktur yang terdapat di daerah ini diperki-rakan berupa patahan (sesar) mendatar yang umumnya ke arah Barat Daya-Timur Laut. sedangkan struktur lipatan bersifat setempat.

Sungai yang terdapat di Pulau Kisar sebagian besar merupakan sungai tadah hujan yaitu sungai yang hanya berair pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemaru kering. Sungai-sungai yang berair sepanjang tahun walaupun debit airnya menurun drastis pada musim kemarau adalah Meta Sakir, Meta Naumatang dan Meta Amau. Debit tahunan dari ketiga sungai tersebut belum diketahui. Dibagian tengah P. Kisar terdapat telaga Nhui dengan potensi airnya belum diketahui. Untuk kondisi air tanah, berdasarkan bentuk topografi dan geologinya daerah P. Kisar ini dapat dibagi menjadi 3 wilayah air tanah.

Bagian utama pulau ini tersusun dari batuan malihan (metamorf) yang berupa sekis bersisipan genes, filit dan batugamping terubah; yang diduga berumur Pra Perm, umumnya bersifat kompak dan mempunyai permeabilitas yang sangt kecil atau bahkan kedap air, sehingga air tanah kemungkinan tidak djimpai, kecuali pada daerah lembah dan pada Zona pelapukan yang relatif tebal serta pada daerah retakan-retakan. Sedangkan pada endapan batugamping kuarter yang mengelilingi pulau ini, diharapkan dapat menjadi tempat akumulasinya air tanah, karena batuan ini bersifat mudah melarutkan dan meresapkan air. Pada daerah batugamping ini biasanya mempunyai muka air tanah dalam, tergantung dari tebalnya batuan tersebut.

Klimatologi

Curah hujan tahunan di P. Kisar berkisar antara 900 mm – 1200 mm dan pada daerah pegunungan dibagian tengah pulau mempunyai curah hujan yang relatif tinggi yaitu 3000 mm - 4000 mm.


Sarana dan Prasarana

Fasilitas yang ada antara lain: tugu perbatasan, dermaga, kantor pemerintahan, kantor pos, sarana komunikasi, Masjid, Gereja, Puskesmas, gedung sekolah dasar, gedung sekolah menengah pertama, gedung sekolah menengah keatas. Kebutuhan energi listrik dilayani PT PLN Wilayah IX, Cabang Kabupaten MTB, ranting Wonreli. Tenaga pembangkit berupa tenaga diesel (PLTD) yang menyala pada sore sampai subuh.


Peluang Investasi


Potensi dan Arahan Pengembangan

 

Upaya Pengembangan

Dalam hal konservasi, masyarakat di P. Kisar juga telah menerapkan sistem pengelolaan lingkungan pesisir dan laut dengan baik. Di lokasi-lokasi tertentu di wilayah telah lama diterapkan sistem “sasi” terhadap sumberdaya pesisir dan laut sebagai upaya untuk memperta-hankan sumberdaya agar tetap tersedia dalam jumlah yang cukup. Sistem “sasi” sum-berdaya itu difokuskan pada komoditi lola dan perairan pesisir tertebtu yang memliki terumbu karang. Dengan adanya indikasi penurunan kualitas terumbu karang maka upaya konservasi dan rehabilitasi perlu dilakukan.

Kebijakan kecamatan diseuaikan dengan rencana pengembangan Kabupaten serta rencana percepatan pengembangan P. Wetar sebagai sebuah otorita. Arahannya disesuaikan dengan rencana yang berkaitan dengan pengembangan orientasi wilayah lokal, nasional, regional (Timor Leste dan Australia). Dinamika pada kawasan ini direncanakan berkembang sesuai dengan volume interaksi antar wilayah.

Pulau Kisar merupakan kawasan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk relatif padat pada bagian pertengahan pulau sehingga dibutuhkan kebijakan distribusi penduduk pada wilayah pesisir dengan tujuan menciptakan keseimbangan dalam pemanfaatan ruang untuk kepentingan pemerataan penduduk dalam wilayah dan pengembangan pusat-pusat pemukiman. Lembaga dan kelembagaan adat yang ada di kawasan pulau Kisar adalah menyerupai “Latupati”, dan “Soa” serta memiliki sistem “Sasi adat” telah yang telah terdegradasi. Hal ini mengakibatkan nilai-nilai budaya lokal telah bergeser dari pendekatan adat yang semestinya diberlakukan, ke pendekatan adat yang telah dikomersialkan.


Kendala Pengembangan


Referensi



Karena keterbatasan SDM dalam penginputan dan pengolahan data, kami mohon maaf atas ketidak lengkapan beberapa data pulau yang kami tampilkan, harap dimaklumi. Berikan keritik dan saran pada kolom komentar agar kita dapat bersama menyajikan sebuah data yang cukup sempurna untuk halayak ramai yang berguna demi kesejahterahan, kelestarian dan keindahan pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia.
*Jika sekiranya anda memiliki data yang cukup banyak, silakan mengirimkan file melalui email kami di identifikasippk@gmail.com