MENU

Lihat Informasi:

KOMENTAR

Semujur

Nama Lain :
Propinsi : KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Kabupaten : KABUPATEN BANGKA BARAT
Kecamatan : Pangkalan Baru
Koordinat :

Gambaran Umum

Penamaan pulau Semujur tidak terlepas dari bentuk pulau. Pulau Semujur dikesankan bersemujur yaitu terlentang panjang dengan bentuk pantai yang berubah-ubah tergantung musim.

Saat ini Pulau Semujur masuk dalam Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) dengan kategori Kawasan Pengelolaan 1 (KP-1). Adapun rencana arahan pengembangan lebih sebagai pusat penelitian, rehabilitasi, pemukiman, perikanan budaiya rumput laut dan karamba jaring apung (KJA) (DKP Prov. Bangka Belitung, 2007).

Secara geografis Pulau Semujur terletak diantara 2?09’ 00” LS dan 106?19’ 12” BT. Sedangkan secara administrasi Pulau Semujur terletak di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung (SK. Bupati Bangka Tengah No. 125.1/309/1/2006). Status kepemilikan lahan di Pulau Semujur dengan luas 40,00 ha adalah milik pemerintah.

Berdasarkan topografinya Pulau Semujur termasuk pulau yang landai dengan tingkat kemiringan rata-rata kurang dari 30% dan berada pada ketinggian dibawah 500 m sehingga masuk dalam kategori dataran rendah.

 


Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan

Penduduk yang tinggal di Pulau Semujur belum memiliki sertifikat tanah dan bangunan yang didirikan sebagai tempat tinggal mereka. Pulau Semujur sebenarnya secara definitif tidak berpenduduk, karena penduduk yang tinggal di Pulau Semujur merupakan pendatang dari Buton (Sulawesi Tenggara) yang bekerja sebagai nelayan. Mereka tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Buton atau dari daratan utama di Desa Tanjung Gunung.

Bisa dikatakan mereka adalah penduduk musiman yang membangun rumah tanpa status bersertifikat untuk tinggal dan berteduh selama beraktivitas menangkap ikan. Jumlah penduduk yang tinggal di Pulau Semujur sebanyak 47 KK, dengan kategori 20 KK pendatang dari luar Bangka, 7 KK dari daratan utama Bangka dan 10 KK menetap tidak pulang-pulang. Jadi hanya terdapat 80 pondok yang ada di Pulau Semujur.

Sumber penghidupan masyarakat Pulau Semujur adalah dari hasil laut, semua masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Nelayan disini dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu nelayan penangkap ikan dan nelayan pengumpul ikan. Alat tangkap yang digunakan nelayan adalah pancing, jaring dan bubu. Sedangkan pengumpul ikan jumlahnya ada 3 dengan produk yang berbeda, yaitu pengumpul sotong, pengumpul ikan dan pengumpul teripang.

Untuk nelayan sotong, nelayan menangkap sotong setiap hari dengan alat tangkap pancing. Pada musim angin teduh nelayan bisa mendapatkan sotong sebanyak 30 kg dan pada musim angin kencang sebanyak 10 kg. Hasil tangkapan nelayan dijual ke Pak Meidi, ini karena perahu yang digunakan adalah milik Pak Meidi. Harga jual sotong di Pulau Semujur Rp. 10.000,-/kg.

Di Pulau Semujur terdapat juga nelayan ikan dengan alat tangkap bubu. Jenis ikan yang ditangkap adalah ikan kerapu sunu. Selama 4 hari, nelayan bisa mendapatkan kerapu sunu sebanyak 100 kg. Hasilnya kemudian dijual dengan harga Rp. 100.000,-/kg dalam keadaan mati. Sedangkan untuk yang dijual dalam keadaan hidup harganya Rp. 40.000,-, harga hidup lebih murah karena biasanya ukuran lebih kecil, dan pengepul bersedia membeli karena memiliki karamba untuk dibesarkan dahulu sehingga ada kemungkinan yang mati. Setelah ukurannya dianggap pas kemudian dijual kembali dengan harga mencapai Rp. 150.000,-/kg ke pembeli yang datang sendiri ke Pulau Semujur.

 


Ekosistem dan Sumberdaya Hayati

Pulau Semujur memiliki tipe pertumbuhan terumbu karang tepi (fringing reef). Bersama dengan Pulau Panjang, kedua pulau ini memiliki shallow water atau perairan dangkal yang cukup luas. Kondisi penutupan karang hidup secara umum di lokasi pengamatan Pulau Semujur adalah 50,9% - 79,84%. Persentase penutupan karang hidup ini menurut Kep.Men.LH no.4 tahun 2001 termasuk dalam kriteria baik – baik sekali. Penutupan karang hidup yang paling rendah pada bagian selatan pulau. Penutupan karang hidup yang paling tinggi pada bagian utara pulau.

Penutupan karang hidup pada lokasi pengamatan selatan Pulau Semujur sebesar 50,9% menurut Kep.Men.LH no.4 tahun 2001 termasuk dalam kriteria baik, pada bagian utara sebesar 79,84% termasuk dalam kriteria baik sekali. Penutupan karang mati pada bagian selatan pulau sebesar 30,4% dan bagian utara sebesar 12,14%. Pada kategori biotik lainnya banyak ditemukan Spons, Crinoid, Annelida dan kerang-kerangan (mussels) seperti Pinna sp. dan Tridacna gigas. Alga yang ditemukan seperti Padina Dan Turbinaria.

Pulau Semujur dikelilingi oleh pantai berpasir dengan rataan terumbu sangat luas. Pulau ini memiliki ekosistem lamun yang susah dijangkau serta harus menyesuaikan dengan pasang dan surut karena di saat pasang air akan menutup seluruh rataan terumbu namun ketika surut akan membuat rataan terumbu yang sangat luas terpapar. Saat menyelam, penyelam menemukan lamun di kedalaman 9 meter dibawah permukaan air laut. Diduga jenis lamun yang berada di kedalaman 9 m tersebut adalah Cymodocea serrulata, Halodule sp, serta Halophila sp.

 


Sumberdaya Non Hayati


Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya


Lingkungan


Sarana dan Prasarana

Sarana prasarana umum sangat terbatas seperti bangunan sekolah, sarana kesehatan, bangunan pemerintahan, dll, mengingat penduduk pulau merupakan penduduk musiman. Untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, barang-barang kebutuhan harian harus pergi ke daratan Pulau Bangka.

Bangunan yang ada antara lain mushola yang merupakan bantuan dari TNI-AL, pondok wisata milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, MCK yang kondisinya memprihatinkan. Air bersih diperoleh dari sumur-sumur warga namun berasa payau. Untuk listrik, masyarakat harus memakai genset milik pribadi. Jetty juga tidak ada sehingga menyulitkan tambat labuh kapal terutama pada saat surut dimana surutnya cukup jauh. Tidak ada jalan setapak di pulau ini. Terdapat beberapa toko kelontong untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat.


Peluang Investasi


Potensi dan Arahan Pengembangan


Kendala Pengembangan


Referensi



Karena keterbatasan SDM dalam penginputan dan pengolahan data, kami mohon maaf atas ketidak lengkapan beberapa data pulau yang kami tampilkan, harap dimaklumi. Berikan keritik dan saran pada kolom komentar agar kita dapat bersama menyajikan sebuah data yang cukup sempurna untuk halayak ramai yang berguna demi kesejahterahan, kelestarian dan keindahan pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia.
*Jika sekiranya anda memiliki data yang cukup banyak, silakan mengirimkan file melalui email kami di identifikasippk@gmail.com