MENU

Lihat Informasi:

KOMENTAR

SALAUT BESAR

Nama Lain :
Propinsi : ACEH
Kabupaten : KABUPATEN SIMEULUE
Kecamatan : ALAFAN
Koordinat :

2° 58' 24.000” LU 95° 23' 39.000” BT


Gambaran Umum

 

Pulau Salaut Besar tidak berpenghuni karena letaknya cukup jauh dengan daratan Simeulue. Pulau ini memiliki potensi tanaman kelapa yang cukup besar. Pulau Salaut Besar mempunyai dua titik dasar TD.171 dan TD.174 serta dua titik referensi yaitu TR.171 dan TR.164.

Secara administratif pulau ini terletak di Kabupaten Simeulue, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam yang berbatasan dengan negara tetangga yaitu India. Sedangkan secara geografis berada pada koordinat 02º57’51” U dan 95º23’34” T. Terletak di Samudera Hindia dan berbatasan dengan negara India. Pulau Salaut Besar terletak di pantai Barat Sumatera tepatnya di Samudera Hindia.

Aksesibilitas menuju pulau ini sangat rendah karena letaknya yang sangat terpencil. Pualu Salaut Besar dapat diakses dari Pulau Simeulue dengan menggunakan perahu nelayan. Perjalanan dimulai dari Medan  menuju Sinabang, ibukota Kabupaten Simeulue dengan menggunakan pesawat perintis milik perusahaan penerbangan SMAC (Sabang Merauke Air Carter) selama 1,5 jam. Perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan roda empat menuju Kecamatan Simeulue Tengah tepatnya di Desa Latakayah, kemudian menyewa perahu motor menuju Pulau Simeulucut selama kurang lebih 6jam.


Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan


Ekosistem dan Sumberdaya Hayati

 

Terumbu Karang

Kondisi terumbu karang di seluruh perairan Salaut Besar mempunyai kenampakan yang cukup beragam. Berdasarkan bentuknya, terumbu karang yang terdapat di Pulau Salaut Besar sebagai besar tergolong tipe terumbu karang tepi (Fringing Reef). Berdasarkan persentase penutupannya, kondisi terumbu karang di sekitar Pulau Salaut besar secara umum tergolong kurang baik. Pada beberapa bagaian dari terumbu karang banyak yang rusak atau mati.  Hal terjadi karena adanya aktivitas penangkapan ikan karang yang menggunakan bahan peledak. Terumbu karang yang berhasil pulih pada lokasi ini umumnya kerdil dengan ekossitem terumbu karang tidak lengkap. 

Vegetasi Pantai

Pulau Salaut Besar juga dikenal dengan istilah pulau kelapa karena vegetasi pohon kelapanya yang menutupi 96 % luasan pulau. Bagian tengah pulau didominasi dengan vegetasi tegakan yakni pohon kelapa yang cukup rapat, namun sebagian kecil ada lahan yang terbuka diduga adalah bekas aktivitas orang yang mengolah hasil kebun kelapa.  Saat ini luas perkebunan kelapa di Pulau Salaut besar diperkirakan mencapai 13 hektar dan pada saat tsunami banyak mengalami kerusakan. 

Berdasarkan informasi Koran Tempo (Agustus, 2005), pada tahun 2004 produksi kelapa Pulau Salaut Besar mencapai 30,35 ton.  Jumlah produksi dari tahun 1995 yang mencapai 45 ton dan tahun 1970 yang mencapai 120 ton.  Namun demikian, potensi kelapa yang cukup besar ini tentu memberi prospek bagi pengembangan industri kecil dan menengah pembuatan minyak kepala atau produk antara, dan lain-lain.  

Perikanan

Pulau Salaut Besar merupakan Fishing Ground sebagian besar nelayan-nelayan di wilayah Aceh dan Sumatera bagian barat. Hal ini dikarenakan besarnya potensi sumberdaya perikanan laut dengan keanekaragaman yang tinggi terutama jenis-jenis ekonomis penting yang berorientasi ekspor seperti ikan kakap merah, kerapu, tuna dan cakalang. Pulau Salaut Besar juga mempunyai potensi yang besar, terutama pengembangan kegiatan-kegiatan yang menyangkut dengan perikanan tangkap berbasis samudera.

Di Pulau Salaut Besar ini tidak terdapat kegiatan budidaya laut maupun tambak. Hal ini karena penduduk yang mengelola pulau lebih memperioritas kegiatannnya pada perkebunan kelapa.  Di samping itu, juga karena area untuk tambak yang tidak tersedia.

Disamping merupakan Fishing Ground, Pulau Salaut Besar terkenal dengan kekayaan flora dan fauna, terutama sebagai tempat bertelur (Nesting Area) dari berbagai jenis penyu.  Sebagian kawasan Pulau Salaut Besar berpasir putih dan mempunyai ombak panjang serta tinggi terus-menerus datang tanpa henti sepanjang tahun, seperti di sekitar Pulau Salaut Kecil. Di sana juga ada beberapa orang penjaga pulau yang berasal dari Desa Lewak, kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue.


Sumberdaya Non Hayati


Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya


Lingkungan

 

Ketinggian Pulau Salaut Besar cukup rendah yaitu antara 0 – 3 m di atas permukaan laut (dpl). Pulau Salaut Besar pada dasarnya merupakan pulau karang terlihat dari keliling pulau umumnya terdapat batuan karang, yang merupakan satu gugusan dengan pulau Salaut kecil yang berada di sebelah Timurnya. Pada sisi Timur pulau tampak pantai pasir putih yang cukup panjang membentang lurus. Secara umum pantainya berpasir putih dengan campuran bebatuan dan karang.

Pulau Salaut Besar merupakan pulau yang tersusun atas batuan alluvial, podsolik merah kuning, podsolik merah coklat, dan batu kapur/karang. Batuan-batuan tersebut membentuk tanah kapur yang cocok untuk pertumbuhan tanaman kelapa.  Lapisan terluar tanah umumnya berwarna coklat dan pada kedalaman 1 – 1,5 m, lapisan kapur terlihat jelas dengan warna yang kuning keputihan.

Kondisi temperatur harian di sekitar Pulau Salaut Besar berkisar  antara 21,2- 30,43°C. Sedangkan kecepatan angin mencapai 13,3 knot dengan arah angin terbanyak menuju arah barat.  Curah hujan cukup tinggi, yaitu mencapai 2.786 mm/tahun.  

Keadaan curah ini ditentukan oleh fluktuasi musim hujan dan kemarau, dimana musim barat/hujan berlangsung dan bulan Juli - Desember dan musim oan/kemarau berlangsung antara bulan Januari sampai dengan Juni setiap tahunnya.  Suhu udara maksimum di  Pulau Salaut Besar berkisar 26 – 35 oC dan suhu udara minimum berkisar 17,7 – 25,4 oC.  Kelembaban nisbi berkisar 70 – 78 % sepanjang tahun. 

Kadalaman perairan di sekitar Pulau Salaut Besar bervariasi antara 2 sampai 18 meter dengan. Dasar perairan pantai tidak begitu dasar, beberapa bagian membentuk tumpukan/bukit karang kecil. 

Kondisi perairan Pulau Salaut Besar cukup jernih dengan ombak cukup besar karena letaknya di tengah lautan.  Arus di daerah au ini berasal dari Samudera Hindia. Tinggi gelombang rata-rata di daerah ini adalah 6 m dengan periode 4,25 detik, sedangkan dalam kondisi cuaca buruk tinggi gelombang maksimum mencapai 435 cm.  Temperatur/suhu air berkisar 26 – 29 oC, pH 7,4, dan turbidity 0,29 NTU.


Sarana dan Prasarana

 

Sarana dan prasaran yang ada di pulau ini antara lain bangunan/patok titik referensi dan titik dasar serta sarana bantu navigasi pelayaran berupa mercusuar (C(3) 20s23m14M).


Peluang Investasi


Potensi dan Arahan Pengembangan

 

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam upaya menjaga dan mengelola Pulau Simeulucut antara lain: (a) rekonstruksi dan pemeliharaan titik dasar dan titik referensi, (b) peningkatan pengawasan oleh aparat pemerintah untuk menjaga kedaulatan pulau ini, (c) perlu pemeliharaan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP), (d) perlu dibangun pelindung pantai dari ancaman abrasi seperti menanam mangrove mendirikan bangunan pemecah ombak mengingat pulau ini rawan abrasi.


Kendala Pengembangan


Referensi



Karena keterbatasan SDM dalam penginputan dan pengolahan data, kami mohon maaf atas ketidak lengkapan beberapa data pulau yang kami tampilkan, harap dimaklumi. Berikan keritik dan saran pada kolom komentar agar kita dapat bersama menyajikan sebuah data yang cukup sempurna untuk halayak ramai yang berguna demi kesejahterahan, kelestarian dan keindahan pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia.
*Jika sekiranya anda memiliki data yang cukup banyak, silakan mengirimkan file melalui email kami di identifikasippk@gmail.com