MENU

Lihat Informasi:

KOMENTAR

NIPA

Nama Lain :
Propinsi : KEPULAUAN RIAU
Kabupaten : KOTA B A T A M
Kecamatan : BELAKANG PADANG
Koordinat :

1° 8' 49.000" LU 103° 39' 29.000" BT


Gambaran Umum

 

Pulau Nipa termasuk salah satu pulau terluar dari 12 pulau yang perlu mendapat perhatian khusus karena letaknya cukup dekat dengan Singapura. Pada awal tahun 2000 pulau ini menjadi perhatian utama akibat penambangan pasir yang diekspor untuk reklamasi daratan Singapura, menyebabkan luas pulau berkurang dan nyaris tenggelam.   Saat ini pulau Nipa telah direklamasi dan dibangun pangkalan AL untuk menjaga kedaulatan P. Nipa yang letaknya cukup dekat dengan Malaysia. Penduduk sekitar menyebut pulau ini dengan Pulau Angup.

Terdapat patok referensi batas teritorial negara atau titik dasar (Bench Mark) dengan kode TD 190 dan TR 190 yang berfungsi sebagai acuan pengukuran dan penetapan media line pada perjanjian perbatasan Indonesia – Singapura pada tahun 1974.

Secara administratif pulau Nipa termasuk ke dalam wilayah Desa Pomping, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini terletak di Selat Singapura dan berbatasan dengan negara tetangga yaitu Singapura. sedangkan secara geografis pulau Nipa terletak pada koordinat 01º09’13” U dan 103º39’11” T. Pulau Nipa memiliki luas sekitar 0,5 Ha sebelum reklamasi, namun setelah reklamasi luasnya mencapai 60 Ha. Pulau ini mempunyai nilai yang sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional dari dan menuju Pelabuhan Jurong Singapura.

Pulau ini terletak di alur pelayaran lalu lintas internasional. Kapal yang menuju pelabuhan Singapura dari arah barat berlayar di alur pelayaran sebelah bawah P. Nipa, sebaliknya kapal dari pelabuhan Jurong Singapura menuju ke arah barat berlayar di alur sebelah atas dengan frekuensi pelayaran 100 kapal/hari. Waktu tempuh untuk mencapai pulau tersebut dari Pelabuhan Sekupang Batam sekitar 1 jam dengan menggunakan kapal nelayan atau speed boat dua mesin berkekuatan 40 PK. 


Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan


Ekosistem dan Sumberdaya Hayati

 

Terumbu Karang

Perairan di sekitar Pulau Nipa dijadikan lalu lintas kapal internasional yang sangat padat. Hal ini menyebabkan kondisi perairan tidak begitu bagus, termasuk kelangsungan hidup terumbu karang.

Vegetasi Pantai

Jenis pantai di Pulau Nipa adalah pantai pasir berkarang. Vegetasi yang tumbuh di Pulau Nipa yaitu mangrove, ketapang, dan cemara yang ditanam dengan jumlah sekitar  8 -10 pohon, terdiri dari 5 pohon mangrove,   2 pohon cemara, dan 3 pohon ketapang.

Perikanan

Perairan di sekitar Pulau Nipa tidak kaya akan sumberdaya ikan, mengingat perairan tersebut dijadikan lalu lintas kapal internasional yang sangat padat. Adanya limpahan buangan dari kapal serta tumpahan minyak menyebabkan kondisi perairan tidak subur.


Sumberdaya Non Hayati


Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya


Lingkungan

 

Pulau Nipa terdiri atas gosong karang mati dengan komposisi 80% batuan karang mati dan 20% batuan berpasir. Pada saat air surut, pulau ini mempunyai luas kurang lebih 60 Ha, sedangkan pada kondisi air pasang hanya sebagian daratan saja yang terlihat.

Kondisi Pulau Nipa berupa dataran berbentuk lonjong mengarah ke barat laut - tenggara. Biota Pulau Nipa terdiri atas tumbuhan mangrove yang secara alami tumbuh pada substrat batuan dan pasir. Biota lain yang hidup pada zona pasang surut di daratan pulau adalah rumput laut, hard-soft coral, teripang dan beberapa jenis ikan karang.

 

Disekitar Pulau Nipa pernah dijadikan daerah penambangan pasir dengan ijin kuasa penambangan diberikan oleh instansi berwenang. Akibat penambangan ini pantai Pulau Nipa mengalami abrasi sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan tenggelamnya Pulau Nipa. Kedalaman perairan berkisar antara 10 - 20 meter dengan distribusi gelombang berkisar antara 120 - 150 cm dengan distribusi terbanyak pada ketinggian 30 - 60 cm. Reklamasi di P. Nipa terus dilakukan untuk menjaga agar pulau tidak tenggelam, mengingat pulau ini memiliki arti yang sangat strategis bagi kedaulatan negara.

Berdasarkan peta batimetri dari Janhidros TNI AL dan hasil survey Puslitbang Geologi Kelautan (PPPGL) menunjukkan bahwa kedalaman laut di perairan Pulau Nipa bervariasi antara 0 s/d 50 meter. Kedalaman laut di sebelah barat P. Nipa paling dalam mencapai 30 meter saat pasang, sedangkan kedalaman laut di sebelah timur paling dalam mencapai 50 meter.

Pola kontur di bagian timur rapat dan berarah barat laut-tenggara (sejajar dengan sumbu panjang Pulau Nipa) yang mencerminkan morfologi dasar laut di bagian timur yang terjal. Pola kontur di bagian barat renggang dan beberapa kontur melingkar yang mencerminkan morfologi landai.

Pada sisi Barat Daya perairan Pulau Nipa didominasi oleh arus pasang surut, dijumpai pula arus utara yang mengindikasikan adanya aruas balik/berputar. Pola arus tersebut diduga mempengaruhi penyebaran material terlarut dan tersuspensi dalam air dan juga material yang terendap di dasar laut.

Secara umum kondisi kualitas perairan di sekitar Pulau Nipa dapat dikatakan kurang baik, yang diduga berasal dari limpahan atau buangan material daratan dan aktifitas pelayaran. Kondisi ini semakin buruk dengan adanya tumpahan minyak di daerah tersebut. Kondisi perairan yang tidak begitu bagus tersebut berdampak pada densitas ikan yang cukup rendah. Pasang surut bertipe campuran dominan ganda. Artinya terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam waktu 24 jam dengan intertidal air maksimum 2,560 meter.    


Sarana dan Prasarana

 

Infrastruktur yang ada di Pulau Nipa antara lain adalah dermaga, sarana komunikasi, listrik tenaga surya, pos jaga TNI-AL, dan menara suar (mercusuar). Pada pulau ini juga terdapat base point nomor 190 dan 190 A.


Peluang Investasi


Potensi dan Arahan Pengembangan

 

Sebagai salah satu pulau yang berada dalam kawasan Special Economic Zone (SEZ) Batam, Pulau Nipa secara regional berada dalam peta kerjasama kawasan IMS-GT (Indonesia – Malaysia – Singapura Growth Triangle) serta mempunyai kedekatan dengan kawasan ASEAN lainnya. Konsekuensi dari posisi regional ini, kawasan Pulau Nipa dapat menempati posisi stategis dalam aliran barang dan jasa antar negara, terutama dengan negara ASEAN lainnya.

Kawasan Pulau Nipa dapat dikembangkan menjadi pintu gerbang internasional Indonesia dalam memasuki perdagangan bebas karena berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional melewati Selat Malaka menuju Singapura. Statistik menunjukkan bahwa arus bongkar muat peti kemas dari dan ke pelabuhan Jurong (Singapura) tingkat pertumbuhannya 6% – 8% per tahun, padahal lahan di Singapura sangat terbatas, sehingga terdapat peluang untuk membangun fasilitas dermaga, dengan fasilitas peralatan pelabuhan untuk melayani limpahan volume peti kemas di pelabuhan Jurong.


Kendala Pengembangan


Referensi



Karena keterbatasan SDM dalam penginputan dan pengolahan data, kami mohon maaf atas ketidak lengkapan beberapa data pulau yang kami tampilkan, harap dimaklumi. Berikan keritik dan saran pada kolom komentar agar kita dapat bersama menyajikan sebuah data yang cukup sempurna untuk halayak ramai yang berguna demi kesejahterahan, kelestarian dan keindahan pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia.
*Jika sekiranya anda memiliki data yang cukup banyak, silakan mengirimkan file melalui email kami di identifikasippk@gmail.com