MENU

Lihat Informasi:

KOMENTAR

BINDALANG

Nama Lain :
Propinsi : SUMATERA BARAT
Kabupaten : KOTA PADANG
Kecamatan : PADANG SELATAN
Koordinat : 00°59'04

Gambaran Umum

Pulau Bindalang berada di Pantai Barat Sumatera yang termasuk ke wilayah perairan Kota Padang. Secara geografis Pulau Bindalang terletak pada koordinat antara 000 59’ 04” LS dan 1000 12’ 30” BT. Secara administrasi Pulau Bindalang merupakan  bagian dari wilayah Kelurahan Air Manis, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang yang memiliki jarak ± 15 km dari pelabuhan Muaro Kota Padang. Pulau ini tidak berpenduduk dan secara topografi relatif datar, memiliki pantai berpasir putih yang cukup indah dan dikelilingi karang, tumbuhan kepala, semak belukar dan tumbuhan tingkat tinggi. Pulau Bindalang memiliki luas daratan 58,65 ha atau 586,64 km2 dan panjang keliling pulau 1,39 km.

Topografi

Pulau ini memiliki ketinggian 1-2 meter dari permukaan laut. Topografi pulau tergolong datar, dan sebagian besar pulau di tutupi oleh vegetasi pohon yang sangat rapat dan padat, sehingga tidak ada lahan terbuka sedikitpun juga. Lahan terbuka lebih banyak dijumpai di sekeliling pantai yang landai dan di kawasan perkebunan dan areal pondok sebelah Timur pulau.

Jika dilihat dari atas, pulau hampir berbentuk bulat dan jika di lihat dari arah laut, pulau ini mendatar dan memanjang dan dipenuhi oleh vegetasi yang hampir sama rata tingginya

Bentuk Lahan/Geomorfologi

Pulau ini terbentuk dari akvititas gunung merapi (vulkanik) yang timbul secara berlahan-lahan dari dasar laut ke permukaan. Akan tetapi pulau ini memiliki karakteristik daratan yang lebih luas datar dan subur, sehingga vegetasi dapat berkembang dengan baik, terutama untuk jenis vegetasi pohon

Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di pulau ini bagian darat terdiri atas kawasan vegetasi perkebunan kelapa yang di tanam dan vegetasi semak belukar. Penggunaan lahan terbesar yaitu hutan, lebih dari 50 % dari luas pulau terutama dibagian sebelah Utara, Barat dan Selatan, sedangkan pada bagian Timur pulau banyak tumbuh pohon kelapa yang di tanam.

 


Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan

Tidak terdapat komunitas masyarakat di pulau ini, yang ada hanya penunggu pulau sebanyak 1 – 2 orang, yang setiap hari Minggu secara bergiliran mereka tinggal di pulau tersebut. Akan tetapi pada siang hari ada beberapa nelayan yang datang ke pulau ini untuk istirahat atau menangkap ikan-ikan karang  di pesisir pantai. Saat ini terdapat ± 8 orang yang tinggal di pulau tersebut dan mendirikan tenda di sebelah rumah pemilik pulau.


Ekosistem dan Sumberdaya Hayati

Terumbu Karang

Pada umumnya karang yang terdapat di pulau ini terdapat pada kedalaman 5 meter. Dimana hanya ditemukan sebanyak  23,43 % karang hidup dan sebanyak 71,43 % karang mati. Walaupun demikian masih terdapat beberapa lokasi disekeliling Pulau Bindalang yang kondisi terumbu karangnya masuk ke dalam kondisi terumbu karang kategori sedang

Ikan Karang 

Berdasarkan data ikan karang yang berada di Pulau Bindalang terdapat 121 jenis (spesies) ikan karang yang terbagi ke dalam 29 family ikan karang. Adapun Jenis-jenis ikan karang adalah  Halichoeres hortulanus, Labroides dimidiatus dan jenis ini merupakan jenis yang paling sering dijumpai di pulau bindalang

Vegetasi Pantai

Bila di lihat dari atas Pulau Bindalang berbentuk lingkaran yang di kelilingi oleh  pantai yang berpasir putih. Bagian tengah pulau ini lebih banyak di dominasi oleh vegetasi Pohon Ketaping dan Pohon Kapo-Kapo yang sangat padat dan rapat. Sebahagian kecil dari luas pulau terutama di bahagian Timur dari pulau dipadati oleh vegetasi Pohon kelapa. Selain itu di pulau ini terdapat juga beberapa Pohon Mengkudu, akan tetapi tidak produktif. Areal yang ditumbuhi pohon sebesar 90 % dari luas keseluruhan pulau sedangkan vegetasi rumputan terdiri atas rumput kacang-kacang, rumput ilalang, pakis dan nyamplung.

 


Sumberdaya Non Hayati


Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya

Perikanan Tangkap

Aktifitas perikanan tangkap di perairan di sekeliling Pulau Bindalang, yang dilakukan oleh pemilik pulau adalah aktifitas seperti penangkapan ikan dengan alat pancing (hand line). Selain itu juga ada nelayan yang datang untuk menangkap ikan dengan jala, kail dan tangguk (sero). Pada umumnya para nelayan yang datang ke pulau mencari ikan dengan alat tangkap yang sangat sederhana. Aktifitas perikanan tangkap di pulau ini menunjukkan adanya potensi perikanan tangkap, sedangkan potensi perikanan di sekitar pulau ini masih sangat banyak.

Peternakan

Peternakan yang dikembangkan oleh pengelola Pulau Bindalang adalah sejenis unggas yaitu jenis ayam dan burung. Pemeliharaan peternakan ayam yang dikembangkan dipulau, sedangkan pemeliharaan burung murai (copsychus walabaricus) yang jumlahnya ± 10 ekor di kembangkan untuk hiburan dan rekreasi bagi pemilik pulau dengan cara memanggil dan memberi makan

Perkebunan

Kegiatan perkebunan dilakukan oleh pemilik pulau dengan menanam pohon kelapa sebanyak  100 batang di lahan seluas 1,3 ha. Produksi dari perkebunan kelapa merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi pemilik pulau. Pohon kelapa yang tumbuh di pulau ini, ada yang di tanam dan ada juga yang tumbuh secara alami. Kelapa hasil panen tersebut dijual oleh pemilik pulau ke Kota Padang setiap 1 (satu) kali seminggu sebanyak 200 butir.

Kehutanan

Jenis pohon utama tumbuh dan berkembang di Pulau Bindalang adalah jenis pohon yang tegakannya sangat rapat, terdiri dari Pohon Ketaping, Pohon Kelapa, Pohon Waru Laut, Pohon Kapo-Kapo.

 


Lingkungan

Kualitas Perairan

Kecerahan di Pulau Bindalang pencapaian maksimal sejauh 17 meter ke dalam laut dan yang paling dangkal 9 meter dengan kisaran suhu air laut berkisar antara 29 – 300C, pH antara 7,0 – 8,5, rata-rata salinitas perairan Pulau Bindalang adalah 32,10 %o. DO di perairan Pulau Bindalang adalah 6,41 mg/l.

Permasalahan Lingkungan

Terdapatnya kapal tongkang yang membawa batu bara kandas di dekat pulau sejak tahun 2010, yang mengakibatkan butiran kecil batu bara terbawa arus dan terdampar di sebagian besar sekeliling pantai Pulau Bindalang. Kondisi ini membuat pulau terkesan kotor dan air laut terkontaminasi oleh batu bara yang mengakibatkan air laut mencadi tercemar oleh tingginya unsure sulfur (toksit) yang terdapat dalam perairan sekeliling pulau.

Banyaknya sampah-sampah yang terdampar di pesisir pantai sehingga kawasan pantai menjadi tidak bersih dan cenderung terkesan kotor. Selain di permukaan perairan dan pantai di dasar perairan juga menunjukan tingginya sedimentasi dan sampah-sampah yang bersumber dari sampah rumah tangga yang berasal dari permukiman di sepanjang Pantai Kota Padang yang terbawa oleh arus.

Pengambilan terumbu karang dan jenis kerang-kerang lainnya yang dilakukan nelayan untuk di jual sebagai souvenir, Biota yang sering diambil adalah ini adalah dari kelompok Gastropoda, Bivalvia, Soft coral, dan lainnya


Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang ada di Pulau Bindalang, sangatlah minim sekali. Bangunan yang ada hanya 1 (satu) unit pondok dan fasilitas pendukung berupa 1 (satu) unit sumur. Jalan setapak yanmg ada hanya menghubungkan rumah dengan sumur dan perkebunan mareka dengan panjang jalan setapaknya adalah 78 meter. Sementara sarana jalan untuk menuju tempat lain di pulau ini belum ada kecuali jalan pasir untuk mengelilingi pulau tersebut. Untuk sarana penerangan, mereka menggunakan mesin Ganset 1200 DC yang cukup untuk menerangi rumah di malam hari. Untuk sarana telekomunikasi di pulau ini sudah bisa menggunakan beberapa provider telekomunikasi, sehingga bisa berkomunikasi dengan orang lain di luar pulau dengan menggunakan handphone seluler


Peluang Investasi


Potensi dan Arahan Pengembangan

Potensi Pengembangan Pulau Bindalang

Arah pengembangan dari potensi yang ada di Pulau Bindalang adalah program pengembangan pulau kecil sebagai taman pulau kecil berbasis konservasi termasuk di dalamnya upaya pengembangan ekowisata dengan aktifitas berkemah, jelajah alam/pantai, berenang, memancing, menyelam dan mengamati jenis-jenis vegetasi, burung dan lain-lain


Kendala Pengembangan

a.  Kawasan yang berada di posisi Barat yang berbatasan secara langsung dengan Samudera Hindia Wilayah ini memiliki ombak dan arus yang lebih kuat sehingga dapat mengerus bibir pantai dan berdampak terhadap luas pulau.

b. Kawasan yang merupakan tanah ulayat kaum, masyarakatnya belum merespon untuk mengembangkan pulau ini apalagi dengan menyediakan bantuan untuk sarana dan prasarana pulau tersebut

c. Pulau ini belum menjadi tujuan wisata Karena belum adanya informasi detail terhadap kondisi pulau ini dan pulau ini tidak menjadi lokasi persinggahan utama nelayan kecil di Kota Padang. Selain itu posisi pulau ini agak jauh dari pantai Kota Padang


Referensi

Laporan Survei Identifikasi dan Pemetaan Potensi Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil di Pulau Bindalang



Karena keterbatasan SDM dalam penginputan dan pengolahan data, kami mohon maaf atas ketidak lengkapan beberapa data pulau yang kami tampilkan, harap dimaklumi. Berikan keritik dan saran pada kolom komentar agar kita dapat bersama menyajikan sebuah data yang cukup sempurna untuk halayak ramai yang berguna demi kesejahterahan, kelestarian dan keindahan pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia.
*Jika sekiranya anda memiliki data yang cukup banyak, silakan mengirimkan file melalui email kami di identifikasippk@gmail.com