MENU

Lihat Informasi:

KOMENTAR

PAGANG

Nama Lain :
Propinsi : SUMATERA BARAT
Kabupaten : KABUPATEN PESISIR SELATAN
Kecamatan :
Koordinat : 01?09’34” LS dan 100?20’55” BT.

Gambaran Umum

Letak Geografis, Administrasi dan Batas Wilayah

Pulau Pagang secara administrasi masuk dalam Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan posisi geografis pulau terletak pada koordinat 01°09’34” LS dan 100°20’55” BT. Pulau ini memiliki keliling pulau 2,47 km2 dengan batas wilayah pulau adalah:

?Pulau yang sudah berpenduduk ini secara umum memiliki topografi berbukit dengan kondisi pantai berbatu (clif), ditumbuhi tumbuhan tingkat tinggi yang cukup lebat seperti pohon kelapa dan mangrove. Selain itu juga ditumbuhi rerumputan dan semak belukar. Pulau ini merupakan tempat singgah nelayan, dan sudah terdapat Pos Polisi Air dan Udara (Polairud).

 

Status Kawasan

Status kawasan pulau ini dikelola oleh saudara Heru Sapta anak Bapak Taher Tenek (Alm.) dan dijaga oleh seorang penunggu pulau yang ditugaskan oleh pengelola pulau. Saat ini pulau ini dijadikan sebagai kawasan wisata bahari dengan pengunjung wisata lokal dan mancanegara langsung dari Padang maupun Pesisir Selatan dan juga limpahan kunjungan dari wisatawan dari pulau Sikuai dan pulau Cubadak yang telah berkembang terlebih dahulu.

Berdasarkan ketentuan UU RI yang berlaku, pulau tidak boleh dimiliki oleh individu atau kelompok, sedangkan menurut adat Minangkabau bahwa pulau dapat dikuasai oleh kelompok ataupun kaum dan hal tersebut sudah menjadi tradisi terhadap pulau-pulau kecil yang terdapat di Propinsi Sumatera Barat.

Pulau ini dimiliki oleh keluarga Sultan Taharudin yang dikelola oleh Bapak Taher Tenek dengan legalitas penguasaan pulau dalam bentuk kontrak sampai dengan 2020, karena Sultan Taharudin dan Bapak Taher Tanek sudah meninggal (1998 & 2009) maka pengelolaan pulau ini diperpanjang oleh ahli waris (Heru Sapta) untuk mengelola pulau tersebut sampai tahun 2050.

 

Aksesibilitas

Aksesibilitas menuju pulau ini dilakukan melalui transportasi laut, menggunakan perahu nelayan dan perahu wisata dengan kapasitas mesin 15 PK, 40 PK, dan 80 PK, akses ke pulau ini dapat dilalui dari dua wilayah yaitu:


Kependudukan, Sosial Budaya dan Kelembagaan

Nama Pulau dan Sejarah Penamaan Pulau

Penamaan pulau Pagang bermula dari sebuah legenda yang berkembang di tengah masyarakat di mana nama pulau ini bermula dari sebuah kisah satu keluarga dalam sebuah kaum yang bermukim di kawasan Tarusan mengalami konflik dalam kaum yang mengakibatkan beberapa keluarga tersebut terpisah-pisah dan sebagian besar keluarga tersebut ada yang menghindar keluar dari tarusan pergi ke pulau-pulau dan bermukim di pulau Pasumpahan, selang berapa lama kemudian keluarga yang bermukim di pulau Pasumpahan tersebut berkembang dan ada yang kembali ke kampung halamannya. Karena sudah terpisah-pisah oleh jarak dan lautan, mereka bersepakat untuk berkumpul/bertemu (berpagangan) di sebuah pulau yang jaraknya tidak jauh dari Bukit Pamutusan dan Pulau Pasumpahan. 

Dari peristiwa bertemunya semua keluarga yang sudah terpisah di pulau tersebut maka pulau ini dinamakan pulau Pagang atau pulau Tempat menyatukan keluarga. (Sumber: Heru Sapta/pengelola pulau).

 


Ekosistem dan Sumberdaya Hayati

Potensi Wisata

Keindahan alam pulau Pagang terletak pada pantainya yang berpasir putih serta air lautnya yang biru dan kondisinya yang masih alami. Potensi wisata yang ada di pulau ini berupa wisata bahari yang umumnya dilakukan oleh wisatawan antara lain: berenang, berjemur, menyelam. Selain keindahan pantainya ada juga keindahan panorama pantai yang dapat dilihat dari puncak bukit dengan mendaki. Para wisatawan dapat menginap di pulau ini karena telah memiliki fasilitas pondok wisata cottage sebanyak 3 unit, 9 kamar. Untuk bersantai wisatwan bisa menggunakan fasilitas Gazebo sebanyak 4 unit. Pulau ini juga dijadikan tempat berkemah bagi para pecinta alam.

Potensi Perairan

Terumbu Karang

Jenis karang yang mendominasi adalah kelompok karang Foliose, genus Montipora Infomis, Montipora Foliosa, Montipora Danae, Encrusing Genus Montipora Sp, Asreopora sp, Oxypora Lacera, Massive Genus, Favites Sp, Porites sp, Porites Lutea, Goniastrea sp, Favia sp.

Ikan

Terumbu karang memiliki fungsi sebagai lokasi sumber makanan bagi ikan, lokasi perkembangbiakan ikan terutama ikan karang dan ikan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang.

Adapun jenis ikan yang terdapat di Pulang Pagang adalah jenis: Chaetodon Trifasciatus, Chaetodon vagabundus, Heniochus Pleurotaenia, dan ikan target jenis: Acanthurus Pyroferus, Ctenochaetus Striatus, Caesio Cunning, Scolopsis Bilineata, Scolopsis ciliate, Tastrelliger kanagurta, sedangkan ikan mayor adalah jenis: Apogon sp, Chrysiptera Talboti, Cirrilabrus Cyanopleura, Dascyllus Reticulates, Dascyllus trimaculatus, Halichoeres scapularis, Neopomacentrus azryson, Pomacentrus alleni, Pomacentrus chrysurus, Pomacentrus moluccensis, dan Thallassoma lunnare.


Sumberdaya Non Hayati


Aktivitas Pengelolaan Sumberdaya


Lingkungan

Topografi dan Barimetri

Keadaan topografi dari hasil interpretasi citra dan survey di lapangan, pulau Pagang didominasi oleh kawasan berbukit seluas 0,2194 km2 atau 21,94 ha sedangkan untuk kawasan datar seluas 0,0279 km2 atau 2,79 ha dan kawasan landai 0,0128 km2 atau 2,79 ha.

Pulau Pagang dapat dikeleompokan menjadi 3 kedalaman laut, yaitu ; kedalaman 0 - 2 m disekeliling pulau luasnya 0,0559 km2 atau 5,60 Ha, kedalaman 2 - 4 m luasnya 0,0576 km2 atau 5,76 ha dan kedalaman 4 - 8 m luasnya 0,0477 km2 atau 4,77 ha.

Kualitas Perairan

No Titik Kawasan Kawasan Suhu (ºC) Kecerahan (m)
1 01°09'41,0"LS - 100º21'00" BT Bagian Selatan 27 8
2 01°09'42,5"LS - 100º20'41,9" BT Bagian Barat 30 8
3 01°09'19,5"LS - 100º20'57,9" BT Bagian Utara 31 8
4 01°09'31,9"LS - 100º21'06,0" BT Bagian Timur 28 8

 

Kimia Perairan

No Kimia Perairan Titik Pengamatan Rata-rata
1 2 3 4
1 Salinitas 27,25 27,78 27,55 27,84 27,61
2 pH 8 8 8 8 8
3 Dissolved Oxygen (DO) 6,85 6,52 6,74 6,49 6,65
4 Amonia 0,08 0,15 0,10 0,19 0,13
5 Nitrat 0,9 0,10 0,17 0,02 0,30
6 Posphat 0,14 0,26 0,16 0,30 0,22
7 BOD5 5,51 5,06 5,54 4,77 5,22

Guna Lahan

No Penggunaan Lahan Lokasi Luas
Ha Km2 %
1 Hutan 01°9'28,77"LS - 100º21'5,80" BT 18,72 0,1872 72,01
2 Belukar 01°9'28,20"LS - 100º21'5,16" BT 2,74 0,0274 10,55
3 Semak 01°9'28,85"LS - 100º21'4,68" BT 1,51 0,0151 5,82
4 Rawa 01°9'28,68"LS - 100º21'1,60" BT 0,27 0,00027 1,05
5 Areal Tambak Ikan 01°9'39,25LS - 100º20'58,81" BT 0,24 0,00024 0,94
6 Kebun Kelapa 01°9'32,12"LS - 100º21'1,85" BT 1,17 0,0117 4,50
7 Kawasan Bangunan Wisata 01°9'23,37"LS - 100º20'59,90" BT 0,19 0,0019 0,73
8 Pasir Putih 01°9'39,25"LS - 100º20'58,81" BT 1,14 0,0114 4,39
Jumlah 26,00 0,2600 100

 


Sarana dan Prasarana


Peluang Investasi


Potensi dan Arahan Pengembangan


Kendala Pengembangan


Referensi



Karena keterbatasan SDM dalam penginputan dan pengolahan data, kami mohon maaf atas ketidak lengkapan beberapa data pulau yang kami tampilkan, harap dimaklumi. Berikan keritik dan saran pada kolom komentar agar kita dapat bersama menyajikan sebuah data yang cukup sempurna untuk halayak ramai yang berguna demi kesejahterahan, kelestarian dan keindahan pulau-pulau kecil yang dimiliki Indonesia.
*Jika sekiranya anda memiliki data yang cukup banyak, silakan mengirimkan file melalui email kami di identifikasippk@gmail.com