s -- Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan --
ACARA BEDAH BUKU ENSIKLOPEDIA POPULER PULAU-PULAU KECIL DI PROVINSI SULAWESI TENGGAH
19-01-2014 , Oleh : administrator, Pembaca : 556 Orang

Palu, Serangkaian dengan penyelenggaraan acara puncak Hari Nusantara Tahun 2013 di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Kementerian Kelautan dan Perikanan cq. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil menyelenggarakan Acara Peluncuran dan Diskudi Bedah Buku Ensiklopedia Populer Pulau-Pulau Kecil edisi Provinsi Sulawesi Tengah. Acara bedah buku ini merupakan bagian dari acara seminar Internasional Agribisnis dan Kelautan yang dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 13-14 Desember 2013 yang dilaksanakan di Media Center Universitas Tadulako di Kota Palu.

Diskusi bedah buku dilaksanakan dengan metode diskusi talk show yang menghadirkan pembicara antara lain Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dr. Sudirmaan Saad, Wakil Menteri Perindustrian Prof. Dr. Alex S.W. Retraubun, M.Sc, Pakar Kelautan dari IPB Prof. Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA, Kepala Desk Nusantara Harian Kompas Tri Agung Kristanto¸ Wakil Rekto Bidang Kerjasama Universitas Tadulako Prof. Ir. Zainuddin Basri, PhD serta di pandu oleh moderator Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji, DEA dimana dalam diskusi tersebut terungkap potensi yang dimiliki pulau-pulau kecil nusantara, sabtu (14/12).

Menurut Sudirman Saad penyusunan buku Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara, Sulawesi Tengah ini adalah salah satu sarana dalam penyediaan data dan informasi tentang kondisi dan potensi pulau-pulau kecil di Nusantara. Dengan ketersediaan data dan informasi yang akurat, pemerintah yakin kebijakan pengembangan pulau-pulau kecil dapat dilakukan dengan semakin baik. Dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa penulisan buku ensiklopedia ini merupakan ide yang sudah lama digagas oleh Prof. Dr. Alex S.W. Retraubun, M.Sc., yang merupakan mantan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) di Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimana diharapkan hasil dari kegiatan toponimi pulau-pulau kecil yang telah dilaksanakan oleh Tim Nasional Pembakuan Rupabumi (Perpres 112/2006) pada kurun waktu tahun 2005-2008 dapat disosialisasikan dan dipublikasikan ke masyarakat luas, pemerintah, pemerintah daerah, mahasiswa, peneliti serta pelajar melalui penyusunan buku ensiklopedia ini.

Maka untuk mewujudkan pemikiran tersebut serta mensosialisasikan dan mempublikasikan informasi pulau-pulau kecil hasil Tim Nasional Perpres 112/2006 ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan cq. Direktorat Jenderal Kelautan dan Perikanan (Ditjen KP3K), Direktorat Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil mulai tahun 2013 ini melakukan penyusunan buku ensiklopedia populer pulau-pulau kecil di Nusantara. Dalam pembuatan buku ini Ditjen KP3K bekerjasama dengan Penerbit Buku Kompas Gramedia, sehingga buku ini setelah diluncurkan akan dipublikasikan dengan dijual di toko-toko buku Gramedia seluruh Indonesia dengan mengganti biaya cetak yang telah disesuaikan dengan harga ekonomis.

Alex menyebutkan, pentingnya mengandalkan laut sebagai pengerak pembangunan mengutip pemikiran Soekarno (Presiden RI Pertama), dimana pada moment Hari Nusantara 13 Desember 2013 dengan tuan rumah pelaksana adalah Provinsi Sulawesi Tengah yang dipusatkan di Kota Palu dan Donggala yang mana dihadiri oleh Wakil Presiden RI, maka pembuatan buku edisi pertama Ensiklopedia Populer Pulau-Pulau Kecil dilokasikan pada Provinsi Sulawesi Tengah. Diharapkan ke depannya pulau-pulau kecil di 33 provinsi lainnya juga akan disusun dalam buku ensiklopedia popular nusantara yang penyusunannya berdasarkan wilayah provinsi, namum ditegaskan juga agar pemerintah daerah dapat lebih menginisiasi dalam mempublikasikan pulau-pulau kecil yang ada didaerahnya.

Dalam penysunan buku Ensiklopedia Populer Pulau-Pulau Kecil di Provinsi Sulteng menggunakan data dan informasi yang merupakan hasil penetapan oleh Tim Nasional Pembakuan Rupabumi (Perpres 112/2006) pada kurun waktu tahun 2005-2008, serta pengumpulan data dan penulisan dilakukan pada tahun 2013 dengan melakukan kunjungan langsung kebeberapa pulau untuk melakukan wawancara dengan Pemda dan masyarakat.

Pengumpul data lapangan dan penulis terdiri dari Tim Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil serta dibantu oleh tim penulis lepas dari Kompas yang merupakan penulis prefesional yang telah memiliki pengalaman dalam penulisan buku sehingga bahasa yang digunakan adalah bahasa popular untuk pembaca, disamping itu tim juga terdiri dari fotografer dan katografer dalam pembuatan gambar peta. Sedangkan beberapa data sekunder lainnya digunakan dari beberapa sumber seperti : BPS, Laporan Kegiatan Pemda serta Publikasi-publikasi mengenai Provinsi Sulawesi tengah seperti buku, media cetak, website dan lain-lain yang merupakan sumber-sumber yang dapat dipertanggung jawabkan.

Buku Ensiklopedia Populer Pulau-Pulau Kecil di Provinsi Sulawesi Tengah ini terdiri dari empat edisi antara lain Laut Sulawesi dan Selat Makasar, Teluk Tomini, Morowali dan Banggai.

Dietriech menyebutkan, keterbatasan akan data dan Informasi pulau-pulau kecil yang telah dipublikasikan perlu menjadi pemikiran bersama. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang berada di wilayah pulau Sulawesi, memiliki ribuan pulau yang menguntai dari Kabupaten Morowali di selatan sampai Kabupaten Buol di bagian utara. Dengan luas wilayah darat meliputi 61.841,29 km2 dan luas perairan laut sekitar 189.480 km2 serta jumlah pulau sebanyak 1.134 pulau (berdasarkan hasil verifikasi pulau tahun 2008) atau sekitar 38 persen dari luas wilayah Sulawesi. Kondisi yang demikian merupakan potensi dan kekayaan sumber daya alam yang perlu dikembangkan dan dikelola secara berkelanjutan dalam kerangka pembangunan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Sudirman Saad menyebutkan, dalam rangka tertib administrasi pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 2005-2008, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama-sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Dinas Hidro-Oceanografi TNI AL, Badan Informasi Geospasial dan para pakar toponimi pulau yang tergabung dalam Tim Perpres 112 Tahun 2006 tentang Tim Nasional Pembakuan Rupa Bumi, telah melakukan kegiatan pembakuan nama-nama pulau (toponimi pulau). Dari hasil kegiatan toponimi ini, terdapat 13.466 pulau-pulau yang telah dibakukan dan dilaporkan ke PBB pada Bulan Agustus 2012 melalui Sidang United Nation Conference on Standarizatition of Geographical Names (UNCSGN) ke-10 di New York, Amerika Serikat.

Pentingnya Pendataan dan Publikasi Pulau-pulau Kecil diungkapkan juga oleh Tri Agung Kristanto, dimana dalam penyusunan buku ini merupakan kerjasama antara Penerbit Buku Kompas dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan penyedian data dan informasi tentang kondisi dan potensi pulau-pulau kecil secara akurat tertuang juga melalui buku Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara ini, sehingga diharapkan pemerintah yakin akan kebijakan pengembangan pulau-pulau kecil dapat terus dilakukan dengan semakin baik. Kami berharap dengan penyusunan dan penerbitan buku ini dapat memberikan manfaat dan sebagai pegangan dan referensi ilmiah dan populer terkait data dan informasi pulau-pulau kecil bagi semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan pulau-pulau kecil di Indonesia.

Serangkaian dengan acara Bedah Buku ini juga, dilakukan Pameran Foto yang menampilkan foto-foto mengenai kondisi di pulau-pulau kecil di Sulawesi Tengah, dari pemeran foto hasil para photographer yang terlibat dalam penyusunan buku ini tergambarkan kehidupan masyarakat sebenarnya di pulau-pulau kecil.

Direktur Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil, Rido Miduk Batubara mengatakan, jumlah pulau-pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tengah yang tertuang dalam buku ini belum merupakan keseluruhan jumlah pulau yang ada, karena setelah tahun 2009 sampai dengan akhir tahun 2013 tim toponim telah melakukan kembali pengumpulan data pulau, yang mana hasil tersebut belum dilakukan verifikasi oleh Tim Nasional Pembakuan Rupabumi (Perpres 112/2006), sehingga sesuai dengan keputusan rapat tim pada bulan Oktober 2013 di Bogor telah disepakati jumlah pulau-pulau kecil provinsi Sulawesi Tengah yang dimasukkan dalam buku ini merupakan berdasarkan hasil verifikasi pulau tahun 2008.

Berdasarkan data terakhir tahun 2013 jumlah pulau di lndonesia adalah 17.504, jumlah ini telah berkurang setelah lepasnya kewenangan Indonesia atas pulau Sipadan dan Ligitan ke Negara Malaysia dan berpisahnya Negara Timur Laste sehingga Pulau Timur yang awalanya seluruh pulau dimiliki oleh Indonesia sekarang telah di bagi dua Negara kewenangannya.

Buku ini membuka mata warga Sulteng menurut dosen Universitas Tadulako Dr. Eko Joko Lelono dan Dr. Fadli Tanto, yang pada diskusi ini ditunjuk sebagai penanggap buku ensiklopedia pulau-pulau mengungkapkan, “penerbitan buku ini merupakan sejarah yang luar biasa khususnya bagi warga Sulawesi Tengah”.

Rido Batubara menyebutkan, dalam pelaksanaan penyusunan buku ini, tim penyusunan buku telah berusaha memberikan informasi yang lengkap, akurat, serta membuat isi dan penampilan yang bagus dan menarik namun kemungkinan masih terdapat kekurangan, untuk itu kami membuka diri terhadap saran, masukan, dan kritik membangun demi kesempurnaan penyusunan buku-buku berikutnya. Akhir kata, semoga buku ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua.

Info Direktorat PPK

MoU