s -- Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan --
Hajatan Pulang Babang, Identitas Kepulauan Seribu
19-01-2014 , Oleh : Nisaul Makhmudah, Pembaca : 833 Orang

Kepulauan Seribu menjadi objek wisata karena kebahariannya. Namun, bukan hanya keindahan alamnya yang bisa dieksplorasi. Terdapat kebudayaan di Kepuluan Seribu "Pulang Babang" yang merupakan suatu entitas budaya yang sudah menyatu, atau merupakan tradisi yang utuh dan padu. Pulang Babang berarti kesadaran untuk pulang ke kampung halaman setelah melaut lama. Kembali untuk keluarga dan masyarakat dengan keberkahan rezeki yang dibawa.


Terhitung Oktober 2011-Januari 2012, Lab Teater Ciputat dan Sanggar Apung mengadakan penelitian di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka bertema, "Rekonstruksi Budaya masyarakat Pulau Panggang-Pramuka, Kepulauan Seribu". Selain menghasilkan bentuk buku "Orang Pulo di Pulau Karang" hasil kerja sama SPKP Samo-Samo, Sanggar Apung, Teater Pasir Putih, diadakanlah kegiatan "Hajatan Pulang Babang" sebagai puncak dari acara yang akan digelar: 30 Mei-2 Juni 2013 di Plasa Pramuka dan dermaga Pulau Panggang.
Acara utama "Hajatan Pulang babang" adalah pertunjukan teater hasil kolaborasi seniman darat dan seniman Pulo yang berbasis cerita lokal dan kesenian. Selain itu dimeriahkan oleh bazar makanan khas Pulo, pameran foto dan suvenir khas Pulo, ekspose ritual Pulo, ekspresi seni orang pulo, permainan anak orang pulo, serta penganugerahan Pulang Babang Award kepada tokoh masyarakat yang menjadi pilihan masyarakat setempat. Kegiatan ini pada akhirnya menjadi momentum penting untuk penguatan potensi budaya Kepulauan Seribu.
 

Info Direktorat PPK

MoU