s -- Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan --
KKP/KKBM IPB 2013: Dusun Motean dan Paniten, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap
25-07-2013 , Oleh : Administrator, Pembaca : 1149 Orang

Mahasiswa Peserta KKP/KKBM IPB 2013 melaksanakan kegiatan di Dusun Motean dan Paniten, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, diantaranya:

1. Focus Group Discussion (FGD) dengan Masyarakat Dusun Motean dan Paniten

Focus Group Discussion (FGD) ini dilakukan kelompok Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang ditempatkan di Dusun Motean dan Paniten, Kampung Laut, Cilacap pada 5 Juli 2013. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, seperti kepala dusun, RW, dan RT setempat. FGD dilakukan untuk menggali potensi dan mengidentifikasi masalah yang terdapat di Dusun Motean dan Paniten. FGD dimulai dengan pemaparan masalah (ditulis di kertas) oleh tokoh masyarakat sebagai partisipan. Lembaran kertas berisi pemaparan masalah itu kemudian disajikan pada selembar flipchart agar masyarakat dapat menyadari masalah-masalah yang terdapat di sekitar mereka. Masalah yang terkumpul dikelompokkan dalam bidang ekonomi, sosial, lingkungan, pendidikan, dan disusun berdasarkan prioritas masalah yang penting untuk segera diselesaikan. Masalah utama yang penting diselesaikan berkaitan dengan lingkungan, khususnya sampah. Masyarakat diajak untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Berdasarkan identifikasi ini, solusi yang didapat adalah penyuluhan kebersihan lingkungan, penggalakan kerja bakti, pengelolaan sampah, dan pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

2. Penyuluhan Kader Posyandu

Penyuluhan kader posyandu ini dilakukan pada Rabu, 10 Juli 2013. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas para kader, terutama dalam aspek pengetahuan gizi dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini juga berupa penyuluhan mengenai pentingnya posyandu lima meja. Kader posyandu yang datang adalah 10 orang kader dari 24 orang kader yang ada pada empat posyandu yang tersebar di Dusun Motean dan Dusun Paniten. Ketidakhadiran para kader yang lain karena adanya kesibukan atau keperluan lain. Pada awal kegiatan, para kader diberikan pre test berupa sepuluh pertanyaan untuk menguji sejauh mana pengetahuan gizi yang mereka ketahui. Setelah itu, penyuluhan mengenai revitalisasi posyandu lima meja dan penyuluhan Ayo Melek Gizi (AMG). Sesi diskusi atau tanya jawab kepada para kader posyandu dilakukan setelah semua materi disampaikan. Sebagai penutup, diadakan post test berupa sepuluh pertanyaan yang sama seperti pre test untuk mengetahui sejauh mana para kader memahami pengetahuan gizi dan PHBS yang telah diberikan saat penyuluhan tersebut.

3. Kunjungan ke Lahan Pertanian Garapan Warga Dusun Motean di Gragalan, Pulau    Nusakambangan

Kunjungan ini dilakukan pada Minggu, 7 Juli 2013 di lahan pertanian garapan masyarakat Dusun Motean dan Paniten yang berada di Gragalan. Lahan ini terletak di belakang Lapas Narkotika, Nusakambangan. Petani yang mengelola lahan pertanian berangkat pada pagi hari dan pulang sore hari. Terkadang, mereka menginap beberapa hari di gubuk yang ada di lahan tersebut untuk mengantisipasi serangan babi hutan. Lahan tersebut tidak ada kepemilikan tertentu yang disahkan oleh sertifikasi tanah dari pihak desa, tetapi kepemilikan bebas dengan kesepakatan oleh masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Pola tanam yang diterapkan oleh petani adalah pertanian tadah hujan. Pola ini dilakukan saat curah hujan cukup tinggi. Debit air yang tersedia saat hujan digunakan untuk mengairi sawah. Komoditas yang ditanam berupa tanaman pangan, seperti padi dan kedelai serta tanaman hortikultura, seperti pepaya, mangga, dan jambu. Varietas padi yang digunakan adalah IR64, Ciherang, dan Cilamaya. Jenis kedelai yang ditanam ada kedelai kuning varietas wilis dan kedelai hitam varietas ceneng. Teknologi yang digunakan, yaitu dengan cangkul dan arit ataupun dengan traktor untuk mengolah tanah. Hasil panen yang diperoleh petani cukup baik. Sebagian besar hasil panen dijual ke pasar dan sebagian lagi disimpan untuk persediaan konsumsi keluarga dan kebutuhan benih untuk musim tanam selanjutnya. Petani-petani ini berkumpul dan membentuk kelompok tani. Kelompok ini mengurus kebutuhan petani berupa sarana produksi pertanian (saprotan), seperti pupuk, pestisida, dan alat-alat pertanian.

4. Lokakarya Kecamatan Kampung Laut

Lokakarya Kecamatan Kampung Laut diselenggarakan pada Kamis, 11 Juli 2013 di Pendopo Kecamatan Kampung Laut. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan hasil Focus Group Discussion (FGD) masing-masing kelompok dusun. Kepala Camat Kampung Laut, dosen pembimbing KKP, perwakilan LPPMD, perwakilan Bappeda, perwakilan kementrian kelautan, Kepala Dusun, RW, RT, dan para tokoh dusun yang bersangkutan hadir dalam lokakarya ini. Kelompok mahasiswa IPB yang ditugaskan dalam rangka KKP Kampung Laut berjumlah delapan kelompok yang tersebar dalam tiga desa, yaitu Desa Ujung Alang, Desa Klaces, dan Desa Ujung Gagak. Setiap perwakilan kelompok memaparkan rencana program-program yang mereka rumuskan berdasarkan musyawarah warga atau FGD pada masing-masing dusun, untuk dilaksanakan dalam kurun waktu sekitar dua bulan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Khusus untuk kelompok Motean dan Paniten memaparkan mengenai program utama yang mengusung tema ‘Dusunku Resik Lan Sehat’. Kegiatan tersebut meliputi pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pembentukan kader kebersihan, pengelolaan sampah berupa kerajinan tangan dll, dan kegiatan kerja bakti setiap dua minggu sekali. Program pendukung yang dicanangkan meliputi Revitalisasi Posyandu dan Pendampingan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis karakter. Program tambahan yang dicanangkan meliputi Ramadhan Ceria, Penyuluhan Zakat, Ayo Belajar, Penyuluhan pertanian berkelanjutan, Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan Pemanenan air hujan.

5. Pendampingan Posyandu

Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Mutiara 2 dan 3 pada 12-13 Juli 2013, pukul 10.00 WIB hingga selesai. Posyandu ini bertempat di rumah warga. Kegiatan pendampingan posyandu dilakukan untuk melihat kelengkapan sistem posyandu lima meja pada masing-masing posyandu dusun Motean dan Paniten. Pada masing-masing posyandu terlihat bahwa sistem posyandu lima meja tidak berjalan. Pada Posyandu Mutiara 3, belum terdapat alat ukur tinggi badan (stature meter). Kelompok KKP ini turut membantu dalam memberikan konsultasi gizi atau penyuluhan gizi pada ibu yang mempunyai bayi, ibu yang mempunyai balita, maupun ibu hamil.

(bersambung)

PE-nisa

Info Direktorat PPK

MoU