s -- Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan --
Program KKP/KKBM di daerah Cilacap
18-07-2013 , Oleh : Administrator, Pembaca : 809 Orang

Tanggal 29 Juni lalu, tepatnya hari Sabtu telah diadakan upacara pelepasan Mahasiswa KKP/KKBM IPB tahun 2013. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor IPB yang memberikan sambutan, Dekan Fakultas Pertanian, Dekan Fakultas Peternakan, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen dan Dekan Fakultas Ekologi Manusia, Panitia KKP/KKBM IPB dan Seluruh Mahasiswa Peserta KKP/KKBM IPB 2013. Secara resmi program KKP/KKBM IPB 2013 akan dilaksanakan di beberapa daerah mitra IPB meliputi daerah di sekitar pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

Tanggal 30 Juni 2013, dilanjutkan dengan pemberangkatan mahasiswa KKP/KKBM ke masing-masing daerah. Semua pemberangkatan berpusat di ATM centre IPB dengan waktu pemberangkatan yang berbeda. Daerah Kabupaten Cilacap (daerah tujuan KKP/KKBM kami) mendapat waktu pemberangkatan pukul 19.00WIB dengan satu Bus Damri. Pemberangkatan mengalami kendala karena hujan deras yang tiba-tiba turun, sehingga pukul 21.00 WIB. Bus Damri baru beranjak dari kampus IPB. Sempat dua kali kami berhenti di tempat istirahat untuk sedikit meregangkan otot-otot dan membeli beberapa makanan dan minuman.

Sekitar 16 jam perjalan yang kami tempuh. Pada tanggal 1 Juli, tepatnya hari Senin kami sampai di Kabupaten Cilacap. Tidak langsung menuju masing-masing dusun, namun Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam hal ini diwakilkan oleh BAPPEDA telah mempersiapkan upacara penerimaan Mahasiswa KKP/KKBM IPB.  Sambutan penerimaan diberikan oleh Kepala BAPPEDA Cilacap dan Camat Kampung Laut, dan Ibu Ninuk Purnaningsih mewakili sambutan dari IPB. Tidak terlalu lama acara ini, sekitar pukul 11.55 kami diantar oleh Camat Kampung Laut menuju Pelabuhan Sleko yang menjadi tempat perpisahan kami dengan kelompok-kelompok lain.

Perjalanan kami ditempuh dengan compreng (transportasi perahu lokal) yang masih asing di mata kami. Sepanjang jalan terlihat hutan bakau yang timbul akibat sedimentasi di wilayah Segar Anakan. Terdapat berbagai macam bakau, burung, ikan dan beberapa fauna yang nantinya dapat dikembangkan sebagai suatu bentuk potensi wisata di Kecamatan Kampung Laut. Tepat pukul 14.30WIB kelompok kami sampai di dusun Ciberem. Daerah mitra baru dari IPB dalam program KKP/KKBM di daerah Cilacap. Menginjak tanah Ciberem, kami langsung disambut oleh Bapak Kepala Dusun (Kadus) yaitu Bapak Rumadi. Segera kami menuju kediaman beliau, beristirahat dan saling berbagi cerita. Banyak cerita yang kami dapatkan dari beliau, selain itu kami juga meminta rekomendasi untuk kami menggali informasi tentang dusun ini.

Minggu pertama merupakan waktu pendekatan dengan masyarakat Ciberem. Melalui tokoh-tokoh masyarakat kami cari beberapa informasi tentang dusun ini. Kemudian kami sesuaikan dengan informasi yang ada di masyarakat sekitar. Sedikit mengalami kendala bagi kami dalam menggali informasi di dusun yang memiliki arti nama air merah ini, karena satu dari tiga RW yang ada terpisah dan cukup memiliki perbedaan yang signifikan dengan dua RW lainnya. Tepatnya RW 11, dengan masyarakat pendatang yang sudah menetap disana dan bermatapencaharian dalam bidang pertanian terkadang membuat kecemburuan di RW 9 dan 10 dengan mayoritas sebagai nelayan.

Setelah panggalian informasi, transek wilayah, dan menggali livelihood asset, pada tanggal 5 Juli 2013, tepat Hari Jumat pukul 15.00WIB kami mengadakan Focus Group Discusion (FGD) sebagai bentuk penggalian informasi secara kolektif dan menggali permasalahan untuk dapat diselesaikan bersama masyarakat Dusun Ciberem. Selama 2,5 jam kami dapatkan 15 permasalahan di dusun ini. Namun kami sadar dengan hanya dua bulan program KKP/KKBM sangat sulit menyelesaikan permasalahan ini. Akhirnya bersama masyarakat kami menentukan beberapa permasalahan yang akan kami selesaikan bersama. Teknik prioritas masalah kami coba terapkan. Terpilih tiga permasalahan utama yang akan kami coba untuk dielesaikan secara bersama, yaitu  tentang MCK (Mandi Cuci Kakus), Sampah, dan Pertanian khususnya tentang penyuluhan pertanian.

Minggu kedua, tepatnya hari Kamis tanggal 11 Juli 2013, bertempat di Balai Kecamatan Kampung Laut, kami melaksanakan Lokakarya Pertama dengan memaparkan program yang akan kami terapkan di masing-masing dusun. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Camat Kampung Laut, Dosen Pembimbing kami; Ibu Ninuk Punaningsih; perwakilan BAPPEDA Kampung Laut, perwakilan pemerintahan kecamatan, perwakilan Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RW dan Masyarakat sekitar. Selama kurang lebih dua jam kegiatan ini kami laksanakan. Terjadi tukar informasi dan beberapa kali diskusi antara pihak IPB dan hadirin untuk menentukan program yang sesuai dan mampu dilaksanakan bersama masyarakat.

Hari-hari setelah Lokakarya Pertama kami manfaatkan untuk lebih mengenal masyarakat RW 11. Kondisi yang terpisah dengan RW 9 dan RW 10 dan memiliki lingkungan yang saling berjauhan antar rumah membuat kami harus lebih mendalami informasi yang ada disana.

 

Bersama masyarakat telah kami tentukan program yang siap dilaksanakan secara bersama. Bersamaan dengan Bulan Puasa, namun tidak menjadi kendala bagi kami dan masyarakat untuk menerapkan program. Kegiatan kami masih akan berlanjut hingga 31 Agustus 2013 nanti. Bersama masyarakat, kami belajar. Bersama masyarakat membentuk keberdayaan yang membawa kemandirian. Program ini akan menjadi langkah membentuk masyarakat yang siap menghadapi perubahan zaman. Yaitu Program Kuliah Kerja Profesi (KKP)/ Kuliah Kerja Bersama Masyarakat (KKBM) IPB.

(bersambung)
 

PE-nisa

Info Direktorat PPK

MoU