"Papua Barat Bukan Hanya Raja Ampat" Ensiklopedia Populer PPK Provinsi Papua Barat


Bulan Agustus yang lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama dengan Penerbit Buku Kompas telah menerbitkan dua buku, yakni seri Ensiklopedia Populer Pulau-Pulau Kecil Nusantara dengan judul Papua Barat: Tanah Para Raja di Kepala Burung Papua dan Papua Barat: Samudra Pasifik dan Laut Seram di Kepala Burung Papua. Kedua buku itu, adalah seri ketiga dari rangkaian penerbitan ensiklopedia populer pulau-pulau kecil di negeri ini, yang sebelumnya didahului dengan penerbitan empat buku tentang Sulawesi Tengah dan sebuah buku tentang Aceh. Pada tahun ini, direncanakan pula terbit mengenai pulau-pulau kecil di Kalimantan Selatan, serta pada tahun mendatang di provinsi yang lainnya.

Buku berjudul Papua Barat: Tanah Para Raja di Kepala Burung Papua, adalah sebuah gambaran mengenai kekayaan, potensi, dan tantangan yang ada pada pulau-pulau di kawasan Raja Ampat, Papua Barat. Selama ini, Raja Ampat sudah sangat ternama sebagai daerah tujuan wisata. Namun, sesungguhnya baru sebagian kecil saja pulau-pulau di kawasan itu yang sudah dihuni, dikunjungi, atau disaksikan keindahannya. Survei dari Tim Toponimi Kementerian Kelautan dan Perikanan mendata, setidaknya ada 1.838 pulau di kawasan ini, dengan baru 34 pulau yang didiami oleh warga. Sebagian besar pulau lainnya belum berpenghuni atau memang tidak bisa dihuni, karena merupakan pulau pasir atau pulau karang. Kawasan Raja Ampat, adalah salah satu wilayah di Nusantara yang memiliki pulau dalam jumlah yang banyak, dan tentu saja dengan potensi yang besar pula.

Buku kedua, berjudul Papua Barat: Samudra Pasifik dan Laut Seram di Kepala Burung Papua memaparkan kondisi, potensi, peluang, dan tantangan yang terdapat di sisi lain Provinsi Papua Barat, yang merupakan kawasan yang sudah berkembang lebih dahulu, yaitu di wilayah Fakfak, Kaimana, Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, hingga pulau-pulau kecil di bibir Samudra Pasifik. Pada masa lalu, Kaimana misalnya, keindahannya amat terkenal, dan dituangkan dalam sebuah lagu “Senja di Kaimana” karya Surni Warkiman dan dipopulerkan oleh penyanyi, Alfian tahun 1970-an. Di sekitar Kaimana saja, ada sekitar 400 pulau yang sebagian besar belum berpenghuni. Manokwari, adalah ibu kota Provinsi Papua Barat dan merupakan pusat pemerintahan dan pusat bisnis, selain Kota Sorong. Fakfak pada masa lalu dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah, khususnya pala di Papua.

Sejarah panjang kehidupan di Papua pun diyakini berawal, atau setidak-tidaknya ada pada mulanya di sekitar Samudra Pasifik ini. Di Pulau Tafer dan Pulau Ugar di Kabupaten Fakfak misalnya, ditemukan gambar cadas di atas batu karang, yang diyakini dibuat pada masa prasejarah. Di kawasan Kepulauan Tafer juga terdapat jejak Kerajaan Arguni, yang warganya mayoritas beragama Islam.

Dalam rangkaian acara Kompas Travel Fair 2014 di Jakarta Convention Centre telah dilakukan Peluncuran dan Bedah Buku Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara Provinsi Papua Barat, pada hari Jumat 26 September 2014.

Peluncuran buku dan Bincang-Bincang mengambil tema diskusi “Papua Barat Bukan Hanya Raja Ampat” dilakukan dalam rangkaian acara Kompas Travel Fair 2014 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta Pusat.

Adapun peluncuran buku dilakukan oleh Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad bersama dengan St. Sularto, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas selaku penanggungjawab Penerbit Buku Kompas dengan ditandai penandatangan prasasti peluncuran buku yang dipandu oleh Gloria Oyong reporter Kompas TV dengan disaksikan oleh para pembicara dan undangan

Kegiatan Bedah buku dengan topik “Papua Barat Bukan Hanya Raja Ampat” merupakan bagian dari rangkaian peluncuran buku ensiklopedia populer pulau-pulau kecil Nusantara seri Papua Barat, dengan tempat kegiatan yang sama dengan tempat peluncuran buku, dan waktunya setelah peluncuran buku. Adapun pembahas dalam bincang-bincang buku “Papua Barat Bukan Hanya Raja Ampat”, adalah:

  1. Sudirman Saad, Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan
  2. Musa Kamudi, Asisten I bidang Pemerintahan Provinsi Papua Barat
  3. Frans Welirang (Pengusaha di Papua Barat)
  4. Markus Wanma, Bupati Kabupaten Raja Ampat
  5. Edo Kondologit (artis dan pemerhati Papua)
  6. Moderator: Tri Agung Kristanto, wartawan Harian Kompas

Susana bedah buku membahas potensi-potensi yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas bahwa di Papua Barat masih banyak hal-hal yang belum dipublikasikan terkuak dalam buku tersebut.

Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa satu lagi “prasasti” bangsa Indonesia tercipta yang terungkap dalam Informasi buku ensiklopedia populer pulau-pulau kecil di Provinsi Papua Barat ini, diharapkan dapat menambah khazanah dan wawasan informasi tentang alam di Provinsi Papua Barat, khususnya pulau-pulau kecil beserta segala potensi sumber daya alam dan keragaman adat istiadat dan budaya masyarakat yang tinggal di dalamnya, dan dapat diakses oleh masyarakat secara mudah dan cepat. Buku Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara diterbitkan bekerjasama dengan Penerbit Buku Kompas, sehingga buku ini dapat diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat Indonesia di toko buku Gramedia. Maka diharapkan dapat berguna bagi para peneliti, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum sebagai tambahan informasi dan pengetahuan tentang kekayaan dan keanekaragaman sumberdaya pulau-pulau kecil, maupun praktisi bisnis yang tertarik dalam pengembangan investasi di kawasan pulau- pulau kecil serta semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan pulau-pulau kecil.

Ditegaskan juga dalam diskusi tersebut bahwa generasi kedepan Negara Kepuluan terbesar didunia ini, diharapkan dapat memiliki kemampuan dan pemahaman yang baik terhadap bidang kelautan di Negara Kepulauan, sehingga dapat menghasilkan Kebijakan pembangunan Indonesia yang mengarah kepada Negara Kepulauan sebagai dasar pembangunan.


Back to Top

Kontak Kami

Telepon: (021) 3513300
Fax: (021) 3520357

E-mail: masyarakatadat.kkp@gmail.com
Website: http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id

Alamat: Jl. Medan Merdeka Timur No. 16
Gedung Mina Bahari 3 Lantai 8,
Jakarta, Indonesia.

Media Sosial

Facebook | Twitter | Google+ | YouTube

Whistleblower

Pengaduan
Gratifikasi